KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan pertemuan secara virtual dengan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor BKAD Kabupaten Cirebon, Kamis (19/8).

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, Ketua DPRD Mohamad Lutfhi, Sekretaris Daerah, Rahmat Sutrisno, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Bupati Cirebon menyebutkan, pertemuan tersebut dilakukan agar roda pemerintahan di Kabupaten Cirebon sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

“Saya khawatir ada yang lupa. Intinya KPK ingin supaya tidak ada keraguan dari pemerintah terutama dalam penggunaan anggaran,” kata Imron.

Imron mengatakan, ada delapan catatan yang harus ditingkatkan oleh pemerintah daerah yakni, perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, dana desa, optimalisasi dana desa, dan manajemen aset daerah.

Menurut Imron, catatan tersebut bukanlah sebuah temuan buruk dari KPK, melainkan delapan poin yang harus terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah.

“Supaya ditingkatkan saja. Terutama saat ini penggunaan anggaran sebagian besar terfokus kepada percepatan penanganan wabah covid-19,” katanya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar menyampaikan, evaluasi dari korsupgah KPK tersebut dalam rangka capaian monitoring coruption program (MCP) tahun 2021 terkait tatakelola pemerintahan yang baik.

Ia menyebut, ada 8 program yang disorot dalam pertemuan daring tersebut. Ke delapan program itu yakni perncanaan anggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tatakelola dana desa.

“Semua disorot, tapi ini kan evaluasi bagaimana pencapaian kinerja ini supaya ditingkatkan. Semua MCP di tiap daerah programnya ada 8 ini, sama. Penggunaan Covid juga disorot tapi tidak dibahas detail, hanya mengingatkan kita saja supaya penanganan Covid ini nanti dilaporkan,” paparnya. (Ghofar).