Dari wilayah Argasunya, BRT akan melanjutkan perjalanan menuju Jalan Angkasa, Jalan Angkasa Raya, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Kalitanjung, Jalan Evakuasi, Jalan Brigjen Darsono Bypass, kemudian masuk Jalan Pemuda, Jalan Cipto, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Sukalila Selatan, Jalan Siliwangi Pasar Pagi, Jalan Veteran, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Benteng, Jalan Merdeka, Jalan Pulasaren, Jalan Kutagara Jagasatru, Jalan Drajat, Jalan Rajawali, Jalan Jend. A. Yani dan kembali ke Terminal Harjamukti.

“Jika melihat dari rute itu, memungkinkan untuk pelayanan masyarakat terpenuhi. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Organda. Niat kami dari pemerintah untuk menyediakan transportasi umum ini mudah-mudahan bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Untuk BRT ini tidak bisa berhenti di sembarang tempat, nanti BRT ini akan berhenti dari shelter ke shelter lain,” sambungnya.

Terkait sarana prasarana, kata Andi, walaupun anggaran masih minim, tapi pihaknya sudah menyediakan rambu-rambu bus stop. Bus Stop tersebut dipasang sebagai pertanda, bahwa BRT akan berhenti dititik tersebut.

“Untuk bus stop yang kita bangun sudah ada 38 titik. salah satunya kita pasang di beberapa destinasi wisata, mall, hotel, sekolah, hingga rumah sakit. Tarifnya juga sudah kami tentukan yaitu Rp5 ribu untuk umum dan Rp. 3.500 untuk pelajar. Tarif tersebut tentunya sudah di subsidi oleh Pemda Kota Cirebon,” ungkapnya.

Terkait fasilitas yang ada di BRT tersebut dilengkapi fasilitas terkini, seperti Wi-Fi gratis dan kamera pemantau (CCTV), serta full AC. Satu bus BRT ini bisa menampung hingga 40 penumpang.

“Tidak menutup kemungkinan, BRT juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan ke BIJB Kertajati. Karena sudah dibuka jalur penerbang dari Kertajai menuju Kuala Lumpur,” tutupnya. (Agus)