KOTA CIREBON, (FC).- Masa pandemi menjadi masa yang paling sulit, hal ini dikarenakan perekonomian masyarakat seakan hampir lumpuh selama masa pandemi saat ini.

Berdasarkan kepedulian terhadap perekonomian masyarakat, Korem 063/SGJ melakukan berbagai macam terobosan guna membantu masyarakat tetap produktif dalam kesulitan ekonomi.

Beberapa hal yang sudah dilakukan Korem 063/SGJ diantaranya adalah mengintruksikan seluruh anggota TNI jajaran korem 063/SGJ hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa), untuk membantu masyarakat bangkit. Warga diedukasi agar tidak takut virus corona (covid-19), namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami mendorong masyarakat jangan takut dan harus tetap produktif, tapi tetap menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” kata Komandan Korem 063/SGJ, Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga kepada FC, Sabtu (19/12).

Selain itu juga Korem 063/SGJ memaksimalkan penggunaan pupuk cair Bios 44 DC. Penggunaan pupuk ini terbukti membantu warga meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan produksi pertanian padi lebih melimpah.

Pupuk cair bios 44 DC terbukti ampuh meningkatkan panen masyarakat hingga 25 kwintal per hektare setelah penggunaan pupuk tersebut.

“Dan Bios 44 ini tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga untuk peternakan dan perikanan sebagai penambah nutrisi makanan ternak dan peternakan,” ujarnya.

Kolonel Infanteri Elkines Villando Dewangga menjelaskan, sebanyak 8 Kodim dibawah Korem 063/SGJ diperintahkan langsung untuk berinovasi dan membantu masyarakat mencegah keterpurukan ekonomi. Terlebih, hingga kini belum ada kepastian kapan pandemi global ini berakhir.

“Kami terus turun ke lapangan, menyampaikan edukasi dan motivasi. Jadi yang berdagang silakan berdagang, petani juga tetap harus menggarap lahan mereka, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan tentunya,”tuturnya.

Lebih jauh, Korem 063/SGJ juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur agar menjadi lahan produktif. Ini dilakukan untuk memberikan manfaat ekonomis serta menjadi penopang ketahanan pangan daerah.

“Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan diharapkan bisa lebih sehingga bermanfaat dari sisi ekonomi,” tandasnya. (Sakti)