Korban Permainan Lato-lato Mulai Berjatuhan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Permainan lato-lato yang saat ini sedang digandrungi berbagai kalangan, memakan korban. Salah satunya, korban anak SD yang harus kehilangan salah satu bola matanya.
Merunut pada peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon berencana akan mengeluarkan surat edaran. Namun pihak Disdik belum bisa memastikan, kapan surat edaran tersebut akan dibuat.
“Itu kan permainan anak-anak sejak zaman dulu. Tapi memang bahayanya banyak juga. Buktinya sudah ada korban kan,” kata Sekretaris Disdik Kabupaten Cirebon, Sudiharjo di kantornya, Senin (9/1).
Menurutnya, memang saat ini permainan lato-lato cukup digandrungi, tidak hanya kalangan anak-anak, tapi dikalangan dewasa dan orang tua.
Namun pantulan bola yang saling beradu, ditakutkan membuat celaka pengguna maupun orang lain. Terkadang bola tersebut lepas dari talinya dan bisa membahayakan bagi yang memainkan.
“Tidak itu saja, bola yang lepas saat lato-lato dimainkan dalam kecepatan tinggi, bisa membahayakan. Bisa menyambar apapun di sekitar dan bisa menghancurkan barang pecah belah. Ini kan bahaya juga,” ucapnya.
Namun Harjo sapaan akrabnya belum bisa memastikan, ada atau tidaknya anak-anak SD atau SMP di Kabupaten Cirebon, yang terkena hantaman lato-lato.
Selain memang saat ini baru serentak masuk sekolah, juga belum ada laporan dari sekolah maupun orangtua siswa. Tapi pihaknya berharap, anak-anak SD dan SMP tidak membawa lato-lato ke sekolah.
“Untuk itu kami akan membuat surat edaran, supaya siswa jangan membawa lato-lato ke sekolah,” jelasnya.
Himbauan larang untuk tidak membawa lato-lato ke sekolah, selain bisa mengganggu anak-anak di sekitar juga bisa mengganggu proses belajar mengajar. Dikhawatirkan, siswa tidak konsentrasi dalam belajar, karena fikirannya tertuju kepada lato-lato.
Inilah yang membuat Disdik berencana membuat surat edaran larangan membawa permainan yang sedang viral tersebut.
“Kita lihat perkembangannya seperti apa ke depannya. Kalau membuat surat larangan, perlu pengkajian yang cukup mendalam. Masalahnya ini kan bentuk permainan. Kalau alatnya sesuai standar malah bisa melatih keterampilan tangan,” ucap Harjo.
Dirinya menambahkan, anak-anak sekolah diminta bermain lato-lato seperlunya saja. Jangan sampai, bermain lato-lato namun malah mengganggu sekolah. Dirinya juga meminta kepada setiap guru dan kepala sekolah, untuk memberikan perhatian ekstra, supaya jangan ada anak yang membawa atau memainkan lato-lato di sekolah.
“Mungkin harus ada standar yang jelas terkait jaminan keamanan dari produk permainan lato-lato. Jangan sampai nanti, menimbulkan korban lagi,” tukasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan