KUNINGAN, (FC).- Kemampuan KONI Kabupaten Kuningan mendongkrak prestasi pada even Porda XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari KONI Kota Cimahi. Sehingga mereka mau belajar dan studi banding ke KONI Kuningan, Rabu (16/9).

Sekedar informasi, prestasi Kabupaten Kuningan cukup membanggakan, dari sebelumnya berada di peringkat ke 16 pada Porda XII tahun 2014 di Bekasi, mampu menembus posisi 10 besar dengan menempati peringkat 9 pada Porda Jabar XIII tahun 2018 di Kabupaten Bogor.

Ketua Umum KONI Kota Cimahi, Aris Permono menjelaskan, maksud dan tujuan berkunjung ke KONI Kuningan ingin “belajar” dan mendapat masukan, khususnya kiat-kiat adanya lonjakan dari urutan 16 pada Porda 2014, dan bisa menembus 10 besar pada Porda Jabar 2018.

“Tentu hal tersebut bukan hal yang mudah, tetapi KONI Kuningan mampu dan berhasil meraih sukses,” ujar Aris.

Rombongan KONI Cimahi diterima oleh Ketua KONI Kuningan H. Enay Sunaryo beserta jajarannya di ruang rapat KONI. Dijelaskan Ketua KONI bahwa jauh sebelum pelaksanaan Porda XIII di Bogor, pihaknya selalu mengingatkan untuk memperketat atlet yang bisa dikirim ke Porda XIII.

Selain mengoptimalkan dana yang ada, lanjut Enay, atlet yang akan bertarung juga harus bisa dipertanggungjawabkan, sehingga tidak ada kesan asal ramai.

“Apalagi dana yang disediakan untuk Porda XIII sangat terbatas, sedangkan target perolehan medali lebih banyak, dengan target masuk 10 besar,” ujar Enay.

Enay mengakui, target tersebut dirasakan sangat berat, mengingat  peringkat pada sebelumnya hanya diposisi ke 16, dengan perolehan 31 medali (12 Emas, 6 Perak, 13 Perunggu). Tapi, dia tetap optimistis bisa mencapai target 10 besar pada perhelatan PORDA XIII tahun 2018.

Setelah itu, masih Enay, pihaknya seusai babak kualifikasi mengadakan inventarisir atlet dari tiap cabang. “Kami bersyukur, pada Porda XIII Jabar tahun 2018 di Bogor itu, Kuningan masuk 10 besar dengan memperoleh medali 20 emas, 20 perak dan 19 perunggu,” jelasnya.

Enay juga menjelaskan, visi dan misi KONI Kabupaten Kuningan tahun 2019-2023. Visi “Kuningaan berprestasi pada Porda/Porprov XIV tahun 2022” dengan mempertahankan peringkat 10 besar pada Porprov XIV tahun 2022 di Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang”.

Saat ini, lanjut Enay, KONI Kuningan membina 27 cabang olah raga (cabor) prestasi dan tiga cabor fungsional yaitu Bapopsi, Bapor KORPRI dan Perwosi.. Sedangkan di cabor prestasi terdapat yang baru yakni: PBJI (Jujitsu), PGSI (Gulat), Pesti (Soft Tenis) dan PDBI  (Drum Band). Sedangkan yang tidak aktif diantaranya Paralayang dan Anggar.

Untuk mencapai prestasi, tentu pihaknya bekerjasama dengan dengan UPI Bandung dengan melakukan pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih, mengadakan work shop penyusunan program latihan. Selain itu, melaksanakan program Kemenpora bekerjasama dengan IAAF (International Association of Athletic Federation) dengan mengadakan Diklat Kepelatihan Levet 1 dan 2, sudah dilaksanakan akhir 2019 lalu.

“Adanya serangan Covid 19, membuat semua sektor terganggu, termasuk dalam kelancaran program latihan para atlet. Namun demikian, latihan atlet tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Enay. (M Ali)