Komunikasi Orang Tua Penting Menjaga Psikososial Anak Saat Pandemi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Berbagai masalah kerap kali dikaitkan dengan pandemi. Namun kenyataannya, tidak semua masalah dampak dari pandemi Covid-19. Salah satunya, masalah psikososial pada anak sekolah.
Menurut Pekerja Sosial (Peksos) pada Dinas Sosial (Dinas) Kabupaten Cirebon, Mustofa, masalah ini sebenarnya sudah umum dan banyak terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. Kasus psikososial berawal dari hubungan dan komunikasi antara anak dan orang tua.
“Segala sesuatu masalah selalu disangkut pautkan dengan virus Covid-19. Kenyataanya, psikososial yang dialami anak dapat terjadi kapanpun dan dimanapun anak itu berada, dan kunci penting masalah ini adalah orang tua,” jelas Mustofa, Senin (7/12).
Ketika kedua orang tua atau salah satu, baik pihak ayah maupun ibu dapat berkomunikasi secara baik dan lancar dengan anak, maka masalah psikososial yang terjadi pada anak dapat terjadi seminimal mungkin.
Fenomena psikososial ini sendiri jarang disadari oleh orang tua dan orang sekitarnya.
“Ketika anak murung, dan lebih nyaman dengan dunia media sosialnya atau, gadgetnya dan kerap membantah atau tidak nyaman ketika diajak berbincang dengan orang tua, itu bisa pertanda anak alami psikososial,” ungkap Mustofa.
Ketika tersadar pun, lanjutnya, anak sudah menjadi korban pelecehan atau pelakunya bahkan masalah lainnya.
Penting, serta perlu disadari sejak dini dan jika bisa orang tua menangani terlebih dulu dengan pembicaraan dan pendekatan secara pribadi agar anak nyaman.
“Bisa dilaporkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) dan dilakukan assesment atau penggalian masalah mulai dari anak, orang tua, dan orang terdekat lainnya,” jelasnya.
Dan, lanjut Mustofa, ketika ditelaah tingkatan psikososial anak ini cukup tinggi, maka dapat diserahkan kepada ahlinya baik psikiater maupun psikolog.
Bila sebaliknya, maka cukup dengan pendampingan ringan saja dari bidang rehabilitasi.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Bidang Rehabilitasi pada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Mimin Rusmiyati menambahkan, perlu dilakukan pendampingan secara bertahap kepada anak, juga sosialisasi kepada orang tua.
“Tetap walau sudah pulih anak tiap harinya bersama orang tua, dan orang tua perlu mendekatkan diri kepada anak,” tutur Mimin.
Kembali lagi, tidak hanya orang tua yang rasakan dampaknya. Akan tetapi, anak dan masa depannya yang akan terdampak.
Sementara itu, Mimin juga menyampaikan, hingga saat ini belum ada kasus psikososial yang dilaporkan dari masyarakat atau mendengar slentingannya.
“Kasusnya belum pernah ada dan kita tangani sampai saat ini, paling kasus yang berat seperti kejahatan seksual,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)








Tinggalkan Balasan