Komisi II Minta BBWSCC Tinjau Ulang Embung Sumurkondang
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Embung Sumurkondang di Desa Sumurkondang, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon yang dibangun melalui anggaran pusat senilai Rp 8,3 miliar dinilai belum sesuai harapan dari rencana pembangunanya. Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) diminta untuk mengkaji ulang. Hal itu terungkap saat dilakukan sidak Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (17/3).
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Sholeh mengungkapkan, dari hasil sidak yang dilakukannya tampak kondisi Embung Sumurkondang amburadul, juga tak berfungsi seperti seharusnya atau boleh dibilang gagal fungsi. Karena yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar namun belum bisa dirasakan, sehingga terkesan mubazir
Pasalnya, sambung dia, sejumlah desa tetap mengalami banjir saat intensitas hujan tinggi serta debit air dari hulu besar, selain itu pula masih belum mampu mendistribusikan air untuk kawasan pertanian di Kecamatan Karangwareng.
“Hasil sidak Komisi II ke Embung Sumurkondang, dewan menilai keberadaan embung mubazir dan tak memberi manfaat,”ungkapnya.
Atas dasar itu, Komisi II mendesak kepada BBWSCC untuk meninjau ulang kondisi Embung Sumurkondang serta melakukan perbaikan, agar keberadaan embung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“ Embumg itu harusnya bisa bermanfaat sesuai rencana awal yakni sebagai pengendali banjir dan sebagai penyedia air untuk pengairan di areal pesawahan yang ada di Kecamatam Karangwareng dan sekitarnya. Kami mendesak kepada BBWSCC untuk meninjau ulang agar pembangunan embung yang telah menelan anggaran sebesar Rp8.3 miliar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pintanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Dumurkondang, Heriyanto menyesalkan pembangunan embung yang tak berfungsi optimal. Pemerintah desa mendesak agar BBWSCC untuk melakukan perbaikan kondisi Embung Sumurkondang pasca dihantam hujan deras serta debit air yang tinggi.
Kini kondisinya amburadul bahkan muncul retakan besar karena longsor dan menjadi jalur air dari hutan.
“Bangunan Embung Sumurkondang terlalu rendah sehingga menyebabkan daya tampung air menjadi terbatas, terlebih tebing-tebing yang rawan longsor tidak disender sehingga menyebabkan sedimentasi embung menjadi lebih cepat. Kami berharap BBWSCC bisa membenahi embung agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” pinta Kuwu penuh harap. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan