KOTA CIREBON, (FC).- Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun saat wabah virus corona melanda tanah air, pariwisata mengalami pukulan hebat.

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak negatif terhadap perekonomian di daerah. Sebagai upaya pemulihan perekonomian nasional, perlu sinergitas untuk membangkitkan kembali pariwisata, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

Meski wabah corona belum usai, industri pariwisata mulai bergeliat seiring penurunan status level PPKM.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Cirebon, Abdul Rozak mengatakan, perlunya menguatkan kembali kolaborasi dalam upaya pemulihan perekonomian pariwisata.

“Pemerintah kami berharap untuk bisa mengundang seluruh stakehokder. Kita duduk bersama merumuskan, menata kembali,” kata Rozak kepada FC, Minggu (30/10).

Sekaligus juga menampung, lanjutnya, mendengarkan curhatan para stakeholder pariwisata.

“Sudah sekian ama hampir dua tahun kurang lebih kita mencoba untuk bertahan hidup dengan situasi dan kondisi yang sedang kita lakukan semua,” kata Rozak.

Dampak pandemi Covid-19 memberikan multi player effect terhadap industri kepariwisataan, termasuk UMKM.

“Bukan hanya pelaku pariwisata dalam konteks para travel agent saja, tetapi destinasi, umkm dan seterusnya,” ujarnya

Ia berharap instansi terkait pemerintah daerah, dalam hal ini dinas pariwisata untuk mengundang para pelaku pariwisata duduk bersama dalam upaya pemulihan ekonomi pariwisata. menyusun mapping baru

“Semuanya kalau bisa diundang oleh dinas pariwisata untuk bagaimana kita membuat mapping baru,” tambahnya

Dari hasil peretmuan itu, diharapkan nantinya mendapat rumusan bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Yang kita khawatirkan nanti jangan sampai terulang kembali kita jalan sendiri sendiri. Travel agent jalan sendiri. Perhotelan jalan sendiri. Oleh-oleh juga demikian. UMKM juga demikian,” tandasnya.

Dirinya berharap ada sinergitas yang cukup tinggi diantara semua stakeholder pariwisata untuk menyongsong tahun 2022.

“Pemerintah dalam hal ini sebagai orang tua kita, yang bisa mengarahkan, yang bisa mengayomi kita semua. Kita jujur saja pada saat ini sekalipun katanya sudah bisa bergerak, kami juga masih ketar ketir juga,” tegas Abdul Rozak.

Sementara itu, Ketua Asosiasi General Manager Hotel Indonesia (IHGMA) Cirebon Raya, Endro Basuki, mewakili industri perhotelan di Cirebon mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, di masa mulai meningkatnya tingkat kunjungan tamu hotel seiring penurunan status leval PPKM, pihaknya akan meningkatkan koordinasi sebagai upaya pemulihan perekonomian pariwisata, khususnya di Ciayumajakuning.

“Ini yang harus lebih ditingkatkan lagi. Jadi kolaborasi antara perhotelah, destinasi wisata dan pemerintah. Jadi itu yang harus ditingkatkan, karena memang jaman sekarang itu jamannya kolaborasi. Kita mau berhasil, harus kolaborasi,” kata Endro. (Andriyana)