KAB.CIREBON, (FC).- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus digencarkan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 88 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menggelar Seminar Literasi Lingkungan Hidup di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Desa Melakasari.

Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan mulai dari tingkat rumah tangga.

Koordinator Persampahan Wilayah Timur DLH Kabupaten Cirebon, Roiman atau yang akrab disapa Aiman, menegaskan, literasi lingkungan tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi lingkungan harus dimulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar,” ujar Aiman.

Menurutnya, persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya bergantung kepada pemerintah.

Sementara itu, Kuwu Melakasari, Sohibi, menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Ia menilai edukasi lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh di seluruh lapisan masyarakat.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimiliki setiap warga. Kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Sohibi.

Ia berharap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UIN SSC tersebut dapat berlanjut dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya berhenti sebagai kegiatan sosialisasi.

Ketua Kelompok 88 KKN UIN SSC, Eka Wijaya, mengatakan literasi lingkungan menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa manusia memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian alam.

Menurut Eka, salah satu persoalan yang masih dihadapi Desa Melakasari adalah belum tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang memadai. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah di tingkat desa.

Meski demikian, ia melihat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sudah cukup baik. Hal itu terlihat dari kegiatan kerja bakti rutin setiap Sabtu yang melibatkan warga dari lima dusun.

“Semangat warga sangat terlihat. Setiap Sabtu, masyarakat dari lima dusun rutin bergotong royong membersihkan lingkungan,” ungkap Eka.

Untuk mendukung penyelesaian persoalan sampah, mahasiswa KKN Kelompok 88 telah melakukan koordinasi dengan DLH Kabupaten Cirebon serta pemerintah desa.

Salah satu langkah yang direncanakan yakni penyediaan tempat pembuangan sampah sebagai bagian dari penataan sistem pengelolaan sampah desa.

Selain itu, mahasiswa juga akan membuat papan petunjuk dan larangan terkait pengelolaan sampah serta menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sederhana berupa ecobrick untuk mendorong masyarakat lebih kreatif dalam mengurangi limbah.

“Kami akan membuat papan petunjuk dan larangan pengelolaan sampah serta fasilitas pengolahan sampah sederhana. Harapannya, warga bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan nyaman,” kata Eka.

Seminar Literasi Lingkungan Hidup tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, DLH, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Melakasari yang bersih, sehat, nyaman, serta berkelanjutan. (Nawawi)