KUNINGAN, (FC).- Inovasi berbasis kebutuhan masyarakat desa menjadi sorotan dalam KKN Expo 2026 Universitas Kuningan (UNIKU) yang digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat, Kamis (20/8).

Beragam program hasil pengabdian mahasiswa dipamerkan sebagai bukti kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan desa.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIKU tersebut menjadi penutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sekaligus ajang evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.

Sebanyak 1.168 mahasiswa KKN Reguler UNIKU diterjunkan ke 60 desa yang tersebar di enam kabupaten, yakni Kuningan, Majalengka, Brebes, Cirebon, Ciamis, dan Indramayu.

Selama pelaksanaan KKN pada 13 Juli hingga 14 Agustus 2026, mahasiswa didampingi 60 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Mengusung tema “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM dan Literasi Terintegrasi,” hasil karya mahasiswa ditampilkan melalui sekitar 65 stan pameran.

Berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, literasi masyarakat, penyuluhan stunting, pengobatan gratis, pemetaan desa, pembuatan maket hingga pengembangan website desa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, yang hadir mewakili Bupati Kuningan, mengapresiasi pelaksanaan KKN Expo tersebut.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai KKN hanya menjadi kegiatan yang selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus. Yang paling penting bagaimana program yang dibawa mahasiswa bisa terus dikembangkan masyarakat desa,” ujarnya.

Elon menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan karena membawa pengetahuan, kreativitas, serta ide baru yang dapat dikolaborasikan dengan potensi lokal.

Sementara itu, Rektor UNIKU Anna Fitri Hindriana mengatakan KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“KKN Expo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil yang sudah dilakukan selama berada di desa. Kami ingin memastikan ada luaran nyata yang dapat dirasakan dan dilanjutkan,” katanya.

Selain KKN Reguler, kegiatan tersebut juga menampilkan hasil KKN Kolaboratif Kabupaten Kuningan 2026 yang melibatkan enam perguruan tinggi.

Sebanyak 93 mahasiswa ditempatkan di lima desa Kecamatan Garawangi, yakni Pakembangan, Kutakembaran, Gewok, Cirukem dan Kadatuan.

Beragam program yang ditampilkan menunjukkan upaya mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan lingkungan, kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif hingga digitalisasi desa.

Selain menjadi ajang pameran, KKN Expo 2026 juga diisi pemberian penghargaan untuk sejumlah kategori, seperti kelompok terbaik, poster terbaik, desain cover, stan terbaik, video terbaik, Instagram terbaik hingga DPL terfavorit.

Melalui kegiatan tersebut, UNIKU berharap berbagai inovasi yang lahir dari program KKN tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. (Angga)