MAJALENGKA, (FC).- Usai viral beberapa waktu terakhir, kisah  bocah SD yang mengurus adik dan kakeknya yang tengah sakit di Desa Kalapadua, Kecamatan  Lemahsugih, Kabupaten  Majalengka kini mulai mendapatkan perhatian.

Berbagai bantuan dari sejumlah kalangan pun telah hadir langsung untuk membantu kehidupan sehari-hari Amel yang kini hanya tinggal di sebuah rumah reyot.

Namun, Dinas Sosial (Dinsos)  Majalengka menyebut, bantuan masih terkendala dengan masalah administrasi. Di mana diketahui, Amel masih tercatat sebagai pemegang Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Pekanbaru, bukan dari  Majalengka.

“Kondisi ini menyulitkan dalam proses pengajuan bantuan, karena keberadaan KTP dan Kartu Keluarga (KK) orang tua Amel masih di Pekanbaru,” ujar Kepala Dinsos  Majalengka,  Iwan Dirwan, Rabu (7/6).

Untuk memudahkan Amel mendapatkan bantuan, Dinsos pun tengah berkoordinasi dengan instansi terkait di Pekanbaru, Provinsi Riau untuk mempercepat pemindahan administrasi Amel ke  Majalengka. Diharapkan dengan adanya koordinasi tersebut, Amel dapat segera menerima bantuan yang seharusnya ia dapatkan.Meskipun terdapat kendala administrasi, pihak Dinsos, sekolah dan masyarakat sekitar tetap memberikan dukungan kepada Amel dan keluarganya. Sumbangan dan bantuan materil dan moral diberikan untuk meringankan beban yang hadapi.

Selain itu, upaya pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah administrasi menjadi langkah positif yang diambil untuk membantu Amel.

“Kami dari Dinsos akan memperbaiki prosedur dan koordinasi antar instansi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak terhambat oleh kendala administrasi semacam ini,” ucap Dirwan.

Pihaknya berharap agar masalah administrasi ini segera teratasi dan Amel serta keluarganya dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan. Baik materil maupun moril agar dapat meringankan beban yang dihadapinya.

“Mari bersama-sama mendukung dan membantu mereka dalam menghadapi masa sulit ini, memberikan harapan dan kesempatan bagi Amel untuk menjalani masalah yang dihadapinya saat ini,” ujar dia.

Diketahui, belum lama ini, bantuan material juga diberikan oleh Mantan Bupati  Majalengka, Sutrisno. Saat itu, Sutrisno langsung mendatangi langsung kediaman Amel bersama kakek dan adiknya.Di sana, politikus PDI Perjuangan juga berdialog dengan Amel, bocah yang menjadi perbincangan karena mengurus adik dan kakeknya yang tengah sakit, sendirian. Ia pun memberikan tali asih kepada keluarga Amel.

“Ya, saya tetap prihatin dengan kondisi anak ini, saya sudah membantu insya Allah dengan nominal yang cukup,” ujar dia.

Seperti diketahui, perjuangan  Amel Amelia Putri (13),  bocah SD di Desa Kalapadua, Kecamatan  Lemahsugih, Kabupaten  Majalengka patut diteladani dan bikin haru. Pasalnya, jika diusia sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain, Amel harus mengurus adik dan kakeknya seorang diri.

Hal itu juga dikarenakan, ayah Amel, Adeng (38), sibuk bekerja berdagang di Bekasi, Jawa Barat. Di sisi lain, ibunya sudah empat tahun pisah dengan Amel, karena menetap di Pekanbaru.

Permasalahan keluarga orangtuanya menjadi faktor Ayah dan Ibunya memilih jalannya masing-masing dan kini Amel harus menerima kenyataan pahit itu. (Munadi)