Khoirul: Masih Ada Catatan Penerapan PPKM di Majalengka
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat melakukan operasi pengawasan dan penindakan (wasdak) terhadap pelanggaran protokol kesehatan dan aturan PPKM di Majalengka.
Kegiatan wasdak tersebut berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu (11- 13/11).
Dalam kegiatannya yang memasuki hari ketiga ini, Satpol PP mendapatkan catatan yang perlu diperbaiki terkait penerapan protokol kesehatan di kota angin.
Sekretaris Satpol PP Jawa Barat, Khoirul Naim mengatakan, sejumlah titik menjadi target sasaran dalam penegakan protokol kesehatan.
Salah satunya, ruang publik seperti alun-alun, taman bermain dan lapangan.
“Kita mendapatkan catatan, setelah mendatangi 5 ruang publik di Majalengka, adalah konsistensi dalam menerapkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi. Jadi kita masih lihat, misal ada pengunjung yang terlewat, petugas tidak menegur pengunjung yang tidak menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Padahal bisa selain menggunakan aplikasi, pengunjung menunjukkan kartu vaksin. Itu yang masih menjadi catatan kami,” ujar Khoirul kepada sejumlah wartawan.
Oleh karena itu, Kabupaten Majalengka yang masih berstatus PPKM Level 3 masih menjadi perhatian pihaknya dalam penerapan protokol kesehatan ke depannya.
Selain Majalengka, ada 4 daerah di Jawa Barat yang menjadi sasaran tim dari Pemprov dalam memantau penerapan Prokes.
“Patroli pengawasan dan sekaligus penindakan aturan PPKM. Majalengka masuk ke dalam PPKM level 3. Hari ini ada 4 lokasi yang level 3 semua. Kabupaten Cirebon, Majalengka, Purwakarta, dan Kabupaten Garut,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, ada 3 lokus yang menjadi sasaran tim guna pengawasan Prokes.
Sekolah, jadi salah satu sasaran pemantauan tim dari Pemprov tersebut.
“Nah untuk hari ini lokus kita, karena PTM sudah mulai diberlakukan, jadi salah satunya di sekolah. Dua lokus lainnya yaitu di ruang publik seperti pasar, alun-alun dan sebagainya. Ketiganya, kami akan lokus ke daerah tujuan wisata,” jelas dia.
Untuk lokus sekolah, lanjut dia, akan dilakukan di semua jenjang pendidikan, dari mulai SD sampai SMA. Namun, penentuan sekolah mana yang akan jadi sasaran, dilakukan secara acak. SMAN 1 Majalengka jadi salah satu sekolah yang jadi sasaran pemeriksaan tersebut.
“Hari ini di saat bersamaan, kita melakukan rapid tes antigen di sini SMAN 1 Majalengka. Dari 54 jumlah tes yang diberikan, ada sebanyak 47 siswa dan 7 guru. Semuanya negatif, sudah kita terima hasilnya. Khusus sekolah kita melakukan hal yang sama, yaitu tes rapid antigen. Karena pihaknya ingin ketika sekolah sudah dimulai untuk dibuka lagi, kita yakinkan. Pertama, protokol kesehatan dipatuhi,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan Khoirul, giat pengawasan dan penindakan (wasdak) terhadap penerapan protokol kesehatan, dilakukan selama 3 hari, terhitung sejak Kamis kemarin.
“Setelah dari sekolah ini, kita akan lanjut ke objek wisata untuk melihat bagaimana kepatuhan Prokes pengunjung dan pengelola di sana,” jelas dia. (Munadi)








Tinggalkan Balasan