KAB. CIREBON, (FC).- Mengantisipasi kesenian Burok diklaim oleh daerah lain, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mengajukan hak paten bahwa kesenian Burok merupkan kesenian asli milik Kabupaten Cirebon.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan saat menghadiri Pagelaran Festival Kesenian Burok Tingkat Kecamatan Babakan bertempat di Desa Sumber Kidul Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.

Menurut Aan, Komisi 4 DPRD Kabupaten Cirebon yang membidangi seni dan budaya diantaranya, masih ada satu lagi saat ini eksis menggelar festival kesenian dan kebudayaan Kabupaten Cirebon yang ada di daerah-daerah seperti kesenian Burok, tari topeng dan lainnya.

Pada tahun 2002 lalu saat menggelar Festival Kesenian Burok di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dirinya melihat langsung Burok yang pertama kali diciptakan dan memang berasal dari Desa Kalimaro Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dimana kepala Burok yang pertama diciptakan tersebut masih produk dahulu yang masih full ayo sehingga memang sangat berat saat dirinya mengangkat kepala Burok tersebut.

“Kesenian Burok secepatnya harus kita patenkan agar kesenian Burok tidak diklaim oleh daerah lain, mungkin bulan depan kita akan melakukan koordinasi dengan Dibudpar dan beberapa instansi terkait untuk melakukan kajian dan Kita segera mengajukan ke Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk mematenkan kesenian Burok, “jelasanya.

Menurut Aan, dirinya yang merupakan anggota fraksi PDI Perjuangan, telah diamanatkan oleh pimpinan partai Megawati Soekarno Putri yang berharap agar seluruh kekayaan seni dan budaya daerah juga kuliner tradisional yang dimiliki daerah untuk dapat di hak patenkan, agar ketika ada permasalahan yang mengklaim bisa mempertanggungjawabkannya.Selain itu dengan menghak patenkan seni budaya, kuliner maupun lainnya maka akan berdampak pada peningkatan nilai jual para pelaku seni budaya maupun kuliner dan lainnya.

“Kabupaten Cirebon ini kaya akan seni budaya dan kuliner, beberapa waktu lalu kita sudah melakukan komunikasi dengan pengusaha hotel agar dalam momen-momen tertentu melibatkan para pelaku seni budaya dan juga kuliner untuk memperkenalkannya kepada para pengunjung, Selain itu di kantor-kantor pemerintahan diharapkan membumikan kesenian dan budaya Cirebon seperti tarling yang harus kita suguhkan setiap hari seperti di Yogyakarta nanti akan kita awali di kantor DPRD Kabupaten Cirebon,”paparnya.

Sementara Kuwu Desa Sumber Kidul , Wargono mengungkapkan, kesenian Burok di wilayahnya merupakan kesenian yang sudah lama terbentuk dan berjalan bahkan sebelum dirinya lahir kesenian Burok sudah ada di desanya.

Saat ini di Desa Sumber Kidul saja ada sekitar 6 grup kesenian Burok dalam pelaksanaan Festival Seni Budaya Burok yang digelar saat ini jual grup kesenian Burok diantaranya sedang tampil di luar daerah sehingga hanya 4 grup kesenian Burok saja yang bisa mengikuti sementara untuk total keseluruhan jumlah peserta Festival Seni Budaya burok yang digelar saat ini ada 10 grup kesenian Burok tempat diantaranya dari Desa Sumber Kidul dan sisanya dari desa-desa yang ada di kecamatan Babakan.

” Dengan digelarnya Festival Seni Budaya Burok ini manfaat pertama adalah menumbuhkan UMKM masyarakat sekitar dan kedua menambah penghasilan bagi para nayaga atau pemain Burok yang satu grup bisa beranggotakan sekitar 20 orang kemudian manfaat lainnya juga bisa mendongkrak dan mengenalkan nama kesenian Burok yang ada di kecamatan Babakan untuk diperkenalkan kepada masyarakat,”jelasnya. (Nawawi)