Keramaian Street Coffee Tantangan Dishub dalam Pengelolaan Parkir
KOTA CIREBON, (FC).- Di Kota Cirebon, kedai kopi di sisi jalan atau street coffee kini tengah menjamur dan menjadi keramaian baru pada sore hingga malam hari. Lantaran tempatnya di atas trotoar atau bahkan badan jalan, maka kendaraan pengunjung sudah pasti diparkir di badan jalan.
Keramaian aktivitas di street coffee kini menjadi tantangan baru bagi Dinas Perhubungan Kota Cirebon. Selain pengaturan lalu lintas karena kerap memicu kepadatan kendaraan, pengelolaan parkir di badan jalan juga perlu jadi perhatian.
Kepala UPT Parkir Dishub Kota Cirebon, Iman Nurhakim mengaku, pihaknya telah mendatangi sejumlah lokasi street coffee yang ada di Kota Cirebon. Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada juru parkir di area tersebut.
Dishub meminta juru parkir untuk menjaga ketertiban dalam menata kendaraan pengunjung yang terparkir. Selain itu, para juru parkir juga diminta untuk menaati ketentuan terkait penarikan retribusi parkir di badan jalan.
“Kita sudah datangi tempat-tempat tersebut dan kita datangi juru parkirnya. Kita beri arahan kepada mereka bahwa setiap melakukan aktivitas parkir di badan jalan, harus sesuai ketentuan. Selain tentunya menjaga ketertiban,” ungkap Iman, Kamis (3/9).
Iman menjelaskan, dari sejumlah kawasan yang kini terdapat street coffee, salah satu yang menuai perhatian pihaknya ialah di kawasan Jalan Bahagia. Di lokasi tersebut, aktivitas street coffee membuat semakin tarbatasnya badan jalan.
“Tadinya ada space untuk parkir kendaraan. Tapi karena semakin ramai, di bagian sisi jalan juga jadi tempat tongkrongan. Sedangkan parkir kendaraannya di seberang lokasi street coffee-nya,” jelas Iman.
Aktivitas street coffee, sambung Iman, semakin ramai pada sore hingga malam hari di akhir pekan. Imbasnya, arus lalu lintas relatif padat. Berbeda dengan hari-hari biasa yang tergolong masih lancar.
Dalam pengelolaan parkir kendaraan pengunjung street coffee, Iman menyebutkan, terdapat enam juru parkir di kawasan Jalan Bahagia dan empat juru parkir di Jalan Pasuketan.
Di sisi lain, ia menilai, fenomena tumbuhnya street coffee perlu disikapi oleh Pemkot Cirebon dalam rangka merapihkan agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas. Agar pedagang dan pengunjung nyaman, pengguna jalan juga tidak terganggu.
“Perlu dibahas bersama, mau seperti apa dan parkirnya mau dialokasikan di mana,” katanya. (Agus)








Tinggalkan Balasan