KUNINGAN, (FC).- Pemerintah sangat serius dalam mendukung Program UMKM Go digital. Salah satunya program melalui bela pengadaan dengan tujuan mendorong UMK Go Digital.

Dengan bergabung ke dalam marketplace, menjadikan pengadaan belanja pemerintah lebih inklusif, meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, memanfaatkan marketplace ke dalam PBJ dan meningkatkan transparasi dan akuntabilitas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP).

Hal itu dikatakan Asdep Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro, Sutarmo, pada acara bimbingan teknis (Bimtek) Pengembangan Usaha Mikro melalui e-Commerce dan bela pengadaan, di salah satu hotel di Kuningan, Selasa (27/4).

“Sampai dengan Maret 2021 ini, telah diperoleh transaksi sebanyak Rp790 juta di 12 marketplace, dengan nilai transaksi sebanyak Rp509 juta di 20 provinsi,” kata Sutarmo.

Menurut Sutarmo, Bimtek ini sebagai implementasi dari Perpres Nomor 12 tahun 2021 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, di mana sebagian besar peserta adalah yang belum menjadi mitra Grab dan ingin sekali bergabung dengan Grabfood dan nantinya masuk dalam laman bela pengadaan.

“Di sini peran pemerintah mendorong usaha mikro onboarding untuk masuk di laman bela pengadaan. Harapannya, kegiatan ini dapat memfasilitasi onboarding usaha mikro 100 persen,” ujar Sutarmo.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kuningan tersebut dihadiri sebanyak 30 orang peserta yang merupakan usaha mikro sektor kuliner yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan, serta menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten.

Antara lain dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan materi fungsi dan manfaat laman bela pengadaan barang/jasa, PT Grab Teknologi Indonesia, dan Konsultan pendamping PLUT KUMKM Kabupaten Kuningan dengan materi pendampingan kepengurusannya legalitas usaha mikro melalui Online Single Submission (OSS) dan aplikasi laporan keuangan usaha mikro.

Bupati Acep menyampaikan UMKM sangat membantu daerah khususnya Kabupaten Kuningan dalam mendorong ketahanan ekonomi, UMKM menyerap lebih dari 50 persen tenaga kerja di Kuningan. “Pasar digital sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, apalagi di masa pandemi seperti ini,” kata Acep.

Acep berharap kegiatan tersebut juga bisa ikut mendukung visi Kuningan MAJU (Makmur, Agamis, Pinunjul) berbasis desa tahun 2023.

Dalam kesempatan itu pula, ada cerita sukses dari pelaku usaha mikro bidang kuliner bernama Abed. Pemilik usaha Got Beef Burger itu telah berhasil dalam usahanya dengan bergabung dengan GrabFood, di awal usahanya tahun 2019.

Sebelum bergabung dengan GrabFood, Mas Abed dengan usaha Got Beef Burger memiliki omzet Rp120 juta/bulan, setelah bergabung dengan Grabfood pada tahun 2019, usaha mas Abed mampu beromzet Rp180 juta per bulan. (Ali)