KOTA CIREBON, (FC).- Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat, provinsi maupun kota sudah digulirkan. Hal ini dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak ekonominya karena Covid-19.

Namun tidak semua warga menerima bansos tersebut, bahkan ada yang salah sasaran. Ini dikarenakan data yang digunakan menggunakan data tiga atau lima tahun yang lalu. Sehingga ditemukan orang yang sudah meninggal atau pindah masih tercatat dan mendapatkan bansos.

Demikian disampaikan Lurah Kelurahan Drajat Wati Sulastri SSTP seusai peresmian lumbung pangan di RW 07 Tanah Baru. Mengingat hal tersebut, beberapa ketua RW mengajukan inisiatif untuk secara swadaya mengumpulkan donasi guna memberikan bantuan kepada warga yang belum tercover bansos.

“Ada empat RW yang mengadakan lumbung pangan ini. Salah satunya RW 07 ini, mereka bahu membahu mengumpulkan sumbangan dari para donatur. Setelah terkumpul kemudian dibelikan sembako dan dibagikan kepada warga yang belum pernah menerima bansos,” jelasnya kepada FC, kemarin.

Sementara ketua RW 07 Kelurahan Drajat, M. Adjie mengutarakan keprihatinannya atas warganya yang belum menerima bansos. Atas urun rembuk dengan warga diputuskan untuk membuat lumbung pangan.

“Dari para donatur terkumpul ratusan paket sembako. Alhamdulillah yang berhak menerima sudah kebagian, termasuk para ibu-ibu kader yang aktif dalam kegiatan RW. Kita akan lanjutkan pemberian bantuan ini sampai pandemi Covid-19 berakhir,” tegasnya.

Wakil Walikota Cirebon, Hj. Eti Herawati yang datang langsung menyaksikan pemberian paket sembako swadaya masyarakat ini sangat terharu. Rasa kegotongroyongan dan kebersamaan dalam kesulitan patut menjadi contoh bagi daerah lainnya di Kota Cirebon.

“Iya ini sangat bagus, menggugah kepedulian yang mampu untuk membantu sesamanya. Untuk data bansos kita sudah banyak perbaikan dan evaluasi. Mudah-mudahan nanti tidak ada terjadi seperti sekarang,” pungkasnya. (gus)