KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Selain mempercepat distribusi bantuan air bersih, Pemkab Cirebon juga merancang pembangunan sumur pantek atau sumur dalam di daerah rawan kekeringan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat pimpinan bersama seluruh kepala perangkat daerah di Ruang Paseban, Kantor Bupati Cirebon, Kamis (27/8). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala, dan dihadiri Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Jati Hendra Chandra Saputra, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon KH Ahmad Zaeni Dahlan, serta para kepala perangkat daerah.

Sekda Kabupaten Cirebon H Hendra Nirmala mengatakan, salah satu agenda pembahasan dalam rapat tersebut adalah penanganan dampak kekeringan yang kini terjadi di enam desa.

“Untuk kekeringan sampai hari ini ada enam desa. Di antaranya Desa Slangit, Kreyo, Cupang, Sampiran, Karangwuni dan Widuhaji. Laporan dari BPBD terus kami pantau,” ujarnya.

Menurut Hendra, Pemkab Cirebon bersama PDAM Tirta Jati membahas kemungkinan adanya kebijakan khusus terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Salah satunya dengan memberikan keringanan biaya pengambilan air bagi kebutuhan distribusi bantuan.

Namun, kata dia, respons dari pihak PDAM justru lebih jauh dengan menawarkan pelayanan pengisian air secara gratis bagi kendaraan BPBD yang melakukan distribusi bantuan.

“Silakan mobil BPBD mengambil air di sini secara gratis untuk bantuan kekeringan. Tetapi ke depan jangan sampai terus-menerus, karena PDAM juga merupakan perusahaan yang harus tetap sehat dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Hendra menyebut, kondisi kekeringan saat ini belum sampai pada tahap penghitungan dampak terhadap sektor pertanian. Pemerintah masih fokus menangani kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih untuk konsumsi.

“Untuk dampak lahan pertanian belum kami hitung. Saat ini fokusnya masih pada kekeringan air baku atau kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Cirebon terus menggandeng berbagai pihak untuk membantu penyediaan air bersih. Selain BPBD, bantuan juga datang dari Baznas Kabupaten Cirebon yang telah menyalurkan bantuan ke sejumlah desa serta dukungan dari Polresta Cirebon.

Sementara untuk solusi jangka menengah dan panjang, Pemkab Cirebon berencana membangun sumur pantek di wilayah yang menjadi titik rawan kekeringan. Kedalaman sumur tersebut diproyeksikan mencapai 130 hingga 180 meter agar mampu memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau.

“Daerah-daerah kritis nantinya akan kita bangun sumur pantek dalam. Harapannya, saat musim panas tiba, persoalan kekeringan bisa lebih tertangani,” pungkas Hendra. (Ghofar)