KOTA CIREBON, (FC),- Taekwondo Kota Cirebon (TKC) akan menurunkan 8 atlit terbaiknya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Krakatau Poomsae Virtual Championship yang diselenggarakan oleh Krakatau Poomsae Banten pada tanggal 30-31 Oktober mendatang.

Sesuai arahan dalam zoom technical meeting (Techmeet) yang diselenggarakan panitia pada, Kamis (15/10) lalu.

Pengambilan video untuk babak penyisihan dapat dilakukan selama rentang waktu 5 hari pasca techmeet hingga 20 Oktober nanti yaitu tenggat waktu pengunggahan video Poomsae peserta.

Oleh karenanya, pada hari ini, Sabtu (17/10) TKC telah dilakukan pengambilan video untuk diunggah untuk disiarkan langsung pada semifinal nanti.


Terkait, penayangan siaran langsung semifinal sekaligus penjuriannya akan dilakukan pada 30 Oktober mendatang dan untuk finalnya sendiri akan dilakukan pada 31 Oktober nanti.

Dan tentunya, kegiatan ini didukung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon dengan dibantu secara finansial untuk pendaftaran para atlit yang terjun dalam kejuaraan ini.

Adapun kategori yang dipertandingkannya diantaranya ada 3 divisi yaitu Cadet, Junior, dan Senior. Adapun jumlah peserta tiap kategori diantaranya Cadet 2 orang, junior 5 orang dan senior 1 orang.

Diantara para pesertanya sendiri tergolong dari kalangan siswi dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diantaranya terdapat 3 orang putra dan 5 orang putri.

Pesertanya sendiri berasal dari beberapa unit atau dojang yang berbeda di Kota Cirebon yaitu Garuda Grage, Pemuda, dan SMP 14.

Dalam persiapannya sendiri, para pelatih melakukannya secara rutin dan intensif pasca adanya kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pelatihnya sendiri terdiri dari 2 orang yang pertama Sabeum Anggi sebegai pelatih di lapangan dan sabeum Esti sebagai pelatih utama.

“Persiapan kita sudah sejak Juli tahun ini , dan latihannya sudah dilakukan secara intensif selama 6 kali latihan dalam 1 minggu. Sebab, sudah 3 bulan kita break ya,” ungkap Head Coach sekaligus Penanggung jawab TKC Suwiriyadi.

Selain itu, lanjut Suwiriyadi, sebelum pelaksanaan pengambilan videonya sendiri dilakukan penyemprotan disinfektan pada saat pagi dengan rentang kurang lebih 2 jam lalu dipasangkan matras dan setting kamera. Juga, dilakukan pemanasan ringan yang dipimpin oleh pelatih.

Suwiriyadi mengungkapkan, apabila selama persiapan pengambilan videonya sendiri tidak terkendala apapun dan masih bisa tertangani segala kebutuhan dari persiapan kejuaraan ini.

Harapan Suwiriyadi sendiri ialah, agar Tim TKC dapat lolos hingga Final dan membawa kebanggaan bagi peserta itu sendiri dan orang lain.

Sementara itu, Pelatih lapangan Anggi menyampaikan, dalam proses latihan cukup terhambat. Karena, perlu adanya jaga jarak dan lainnya, juga dikarenakan kaku akibat tidak adanya latihan selama beberapa waktu.

“Kesulitan atau hambatannya sendiri adalah bagaimana cara tetap menjaga protokol kesehatan selama latihan berlangsung,” ungkap Anggi kepada FC.

Maka dari itu, Anggi pun berharap dengan diikutinya kejuaraan ini merupakan ajang pembuka atau come back bagi peserta yang lawas tak unjuk gigi dalam kejuaraan.

Anggi pun mengungkapkan, apabila dalam kejuaraan ini harapan besarnya ada peserta yang dapat lolos ke babak Final. Disisi lain ini juga, diharapkan menjadi ajang pemacu semangat para atlit.

Disisi lain, para atlit yang turut terjun dalam kejuaraan ini mengaku sedikit kecewa dengan pelaksanaan kejuaraan virtual ini. Sebab, feel atau rasa dari kejuaraan sesungguhnya, tidak terasa.

“Emang sih nggak begitu khawatir dan grogi seperti kejuaraan normal biasanya, tapi feel atau gregetnya itu kurang terasa,” ungkap Belva Callista salah satu atlit Taekwondo yang turun kejuaraan.

Kalau, lanjut Belva, boleh milih langsung atau virtual dia lebih milih langsung karena dengan terjun di lapangan dan disaksikan oleh penonton dan juri akan melatih mental para atlit yang berlaga langsung.

Beberapa atlit lainnya pun menyampaikan hal yang sama dengan siswi kelas 2 SMA tersebut. Bagi mereka, kejuaraan apapun merupakan ajang pemantapan dan unjuk diri bagi mereka. (Sarrah/Job/FC)