Kecewa Gagal Panen, Petani di Mekarjaya Kertajati Bakar Tanaman Padi yang Mengering
MAJALENGKA, (FC).– Ratusan hektare tanaman padi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, dipastikan gagal panen akibat kekeringan yang melanda selama dua bulan terakhir. Kesal karena seluruh jerih payahnya sia-sia, sejumlah petani meluapkan kekecewaan dengan mencabut dan membakar tanaman padi yang telah mati mengering di areal persawahan.
Aksi pembakaran dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus ungkapan kekecewaan para petani. Tanaman padi yang seharusnya memasuki masa panen justru mati sebelum sempat dipetik akibat tidak mendapat pasokan air yang cukup. Kondisi tersebut diperparah dengan mengeringnya situ yang selama ini menjadi satu-satunya sumber air untuk mengairi sawah di wilayah tersebut.
Pemandangan hamparan sawah yang menguning bukan karena siap dipanen, melainkan karena seluruh tanaman telah mengering. Para petani mengaku tidak lagi memiliki pilihan selain membersihkan lahan dengan membakar sisa tanaman agar dapat dipersiapkan untuk musim tanam berikutnya apabila pasokan air kembali tersedia.
Kekeringan yang terjadi dipicu tidak adanya curah hujan selama sekitar dua bulan terakhir. Akibatnya, petani kesulitan memperoleh air untuk irigasi. Situ penampungan air yang menjadi andalan warga kini benar-benar mengering sehingga tidak lagi mampu mengalirkan air ke areal persawahan.
Menurut Sutrisno, salah seorang petani Desa Mekarjaya, aksi mencabut dan membakar tanaman padi merupakan luapan kekecewaan karena seluruh tanaman dipastikan gagal panen. Di Desa Mekarjaya saja, sedikitnya 300 hektare sawah mengalami kekeringan dan dipastikan tidak dapat dipanen.
“Kecewa mas, habis satu satu nya sumber pendapatan petani kini berakhir hampa,” ujar Sutrisno, Sabtu (1/8).
Dikatakan dia, seharusnya petani saat uni menikmati hasil panen, namun apa daya semua padi mari mengering akibat tidak ada pasokan air. Kedepan pemerintah seharusnya bisa mengambil pengalaman dari kegagalan ini.
Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pertanian segera menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan yang hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.
Mereka meminta pembangunan embung atau tempat penampungan air baru, serta normalisasi situ agar mampu menampung debit air lebih besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah ketika musim kemarau tiba.
Langkah tersebut dinilai penting agar petani tidak terus mengalami kerugian akibat gagal panen yang berulang. (Munadi)








Tinggalkan Balasan