KOTA CIREBON, (FC).- Kehebohan terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Jalan Wahidin No. 18 Kota Cirebon pada Rabu siang (22/10), pasalnya ada empat orang tahanan yang telah menjalani proses sidang berhasil kabur.

Padahal penjagaan dari pihak kemanan baik internal maupun eksternal cukup ketat. Titik lokasi atau ruangan para tahanan yang kabur tersebut adalah kamar mandi di ruang tunggu tahanan.

Plafon kamar mandi tersebut dibobol, puing-puingnya berserakan di lantai dan di atas kloset.

Kabar kaburnya tahanan ini langsung cepat menyebar, pihak keamanan langsung mengamankan lokasi dan menyisir sekitar wilayak PN Cirebon.

Satpam Kejari Cirebon Usman S, yang sedang ikut bertugas berhasil menangkap satu dari empat tahanan yang kabur.

“Ya benar, tadi saya yang nangkap satu tahanan yang kabur. Tadi sih, saya kan dengar dari salah satu staf dari Pidum, keluar nanyain Pak Kasi Pidum. Saya kira Pak Kasi Pidum mau ke mana. Nah begitu ada informasi tahanan kabur, saya reflek, Pak, ngelihat ke sana. Kebetulan dari sana juga ada yang lari mencurigakan. Otomatis saya kejar langsung,” terang Usman.

Tanpa pikir panjang, Usman yang bertubuh gempal ini langsung mengejar salah satu tahanan tersebut. Tepat di depan warung soto, tak jauh dari kompleks pengadilan tahanan itu berhasil ditangkapnya tanpa perlawanan.

“Sempat kejar-kejaran, sampai di tempat makan soto itu saya tangkap sama Pak Dwi sama tukang parkir juga di sana. Ya udah, saya amankan,” jelas usman sambil menyeka keningnya yang masih berkeringat.

Menurut pria yang sudah 13 tahun bekerja sebagai satpam Kejari Kota Cirebon itu, ia hanya berhasil menangkap satu tahanan. Namun, dari laporan petugas, dua tahanan lain juga berhasil diamankan tak lama setelahnya.

Satu di area Yayasan Panti Asuhan, satu lagi di perkebunan tak jauh dari PN. Kalau saya sih tadi nangkap cuma satu orang. Tapi katanya di sana dapat dua lagi, jadi tiga yang ditangkap. Totalnya empat, cuma satu belum ketangkap,” ujar dia.

“Itu tahanan sudah pakai jaket. Ketika ditangkap, tangan enggak diborgol, kayak orang biasa aja,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Cirebon, Slamet Haryadi, membenarkan insiden pelarian empat tahanan tersebut. Menurutnya, mereka kabur lewat plafon kamar mandi di ruang tunggu tahanan sekitar pukul 13.00 WIB.

“Hari ini kami Kejari Kota Cirebon dapat musibah, ada tahanan lari di PN Kota Cirebon. Mereka lari melalui plafon kamar mandi yang ada di sel tahanan PN Cirebon,” ucap Slamet, saat konferensi pers.

Keempat tahanan itu diketahui bernama Muhammad Fitriadi, Habiburokhman, Jerry Anthony, dan Fajar Alghifari alias Jarwo alias Bowo alias Danu Santanu.

Tiga di antaranya merupakan terdakwa kasus pencurian, sedangkan satu lainnya terseret kasus pencabulan.

“Alhamdulillah, tiga orang sudah berhasil kami tangkap kembali. Satu lagi atas nama Fajar Alghifari masih dalam pengejaran,” jelas Slamet.

Ia mengaku tak menyangka bagian plafon di ruang tahanan bisa dijebol dengan mudah. Dugaan awal, plafon tersebut sudah dilengkapi jeruji besi, namun ternyata tidak.

“Kami pikir plafon sel itu sudah ada jeruji besinya, ternyata tidak ada pengamannya,” katanya.

Menurut Slamet, keempat tahanan itu kabur dari ruang tunggu yang sebenarnya berada di dalam pengawasan, namun letaknya di luar jangkauan petugas pengaman.

“Para tahanan yang kabur ini tadi di luar jangkauan pengamanan karena posisinya di dalam sel tahanan. Alhamdulillah, kami bersama tim Intel, tim Pidum, kepolisian, dan teman-teman lainnya berhasil menangkap tiga orang. Satu lagi atas nama Fajar Alghifari alias Jarwo alias Bowo alias Danu Santanu masih dalam pengejaran,” jelas dia.

Soal kemungkinan adanya hukuman tambahan, Slamet menyerahkan sepenuhnya pada Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim.

“Nanti jadi pertimbangan tim jaksa penuntut umum dan majelis hakim. Karena mereka ini sudah jelas tidak punya itikad baik untuk berubah,” ujarnya.

Saat konferensi pers di Kantor Kejari Kota Cirebon, tiga tahanan yang sempat kabur itu dihadirkan. Dua di antaranya masih mengenakan baju batik khas untuk menghadiri sidang, sementara satu tahanan tampak mengenakan pakaian biasa. (Agus)