KOTA CIREBON, (FC).- Setelah kosong selama tiga bulan, kursi Wakil Rektor (Warek) ll Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan kini sudah ada yang menempati. Istimewanya pejabat itu adalah perempuan, dan ini menjadi sejarah sejak status masih STAIN hingga kini IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pejabat sebelumnya yakni Adib, dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kememterian Agama Jawa Barat pada 10 Juli 2020 lalu. Dan dipercaya, Warek II ini adalah salah satu posisi strategis dalam perkembangan kampus.

Kepada FC, Senin (19/10), Kartimi menyebutkan, Sebelum kursi Warek II ini terisi, sejumlah nama calon pejabat bermunculan khususnya dari gender pria. Namun, setelah adanya keinginan terkait kesetaraan gender, namanya pun menguat. Pasalnya, pada posisi jabatan pimpinan tersebut, baik di fakultas maupun di Lembaga IAIN Syekh Nurjati sendiri.

“Saya menjadi satu-satunya wanita di kampus ini yang menempati jabatan pimpinan, yaitu sebagai Kepala Lemabaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ucapnya.

Diakuinya, perjalanan yang dilalui  hingga bisa menduduki kursi Warek II IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini  tidak didapat dalam waktu singkat. Dirinya pernah menduduki sejumlah jabatan kepala di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Seperti Kepala Pusat Laboratorium Terpadu pada tahun 2007-2011, Kepala Jurusan Tadris Biologi tahun 2011-2019, Kepala LPM tahun 2019-2020, hingga kemudian dia pun dipercaya untuk menduduki kursi Warek II.

Dirinya mengaku tidak menyangka dan merasa kaget mendapat amanah untuk menjabat sebagai Warek II ini. Namun, sebagai bawahan, dirinya harus selalu siap apa yang sudah ditugaskan pimpinan dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggungjawab.

Yang perlu diingat, kata dia, peningkatan jenjang karir tidak hanya diperuntukan bagi kaum adam saja. Tetapi, perempuan pun bisa juga mendapatkan kesempatan yang sama. Tentunya, hal itu harus dilakukan dengan terus meningkatkan kemampuan diri, kinerja, dan prestasi. Tetapi juga tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan.

Seusai dilantik pada Jumat pekan kemarin, pihaknya bakal langsung tancap gas untuk mengoptimalkan tugasnya sebagai Warek II.

Terlebih, IAIN Syekh Nutjati Cirebon tengah mempunyai program besar yang harus segera diwujudkan, yaitu alih status lembaga dari IAIN ke UIN dan transformasi dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

“Untuk langkah pertama, saya akan menghadap Pak Rektor untuk berkordinasi terkait kewenangan Warek II. Kemudian langkah-langkahnya yang harus ditempuh itu seperti apa,” kata Kartimi.

Dirinya juga akan berkordinasi dengan Plt Warek II yang mengisi saat jabatan tersebut kosong, berkoordinasi dengan Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), Bagian Perencanaan dan Keuangan, serta Satuan Pengawasan Internal (SPI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kordinasi ini terkait program-program kerja Warek II agar saya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai visi dan dapat mencapai target renstra (rencana stratagis) IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” imbuhnya.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta Hasyim menambahkan,  ada berbagai pertimbangan sebelum diputuskan Kartimi dinyatakan layak untuk menduduki kursi Warek II ini. Pertimbangan tersebut meliputi bidang akademik dan non akademik.

Pertimbangannya adalah kemampuan. Kita harus melihat yang menjadi kompetensi temen-temen kita. Ada tahapannya, ibarat naik tangga itu selangkah demi selangkah, seperti telah menempati sejumlah posisi kepala. Dan Bu Kartimi sudah melewati itu,” papar Sumanta.

Rektor mengaku, tidak ada tugas khusus yang diberikan kepada Warek II. Pasalnya, semua tugas dan kewenangan sudah by system dan termuat dalam ortaker dan statuta. Sehingga, Warek II tinggal melanjutkan tugas-tugas yang sudah tertuang tersebut.

“Tidak ada tugas khusus. Pejabat baru bekerja sesuai dengan tusi atau leading sektornya masing-masing. Diharapkan kordinasi dapat berjalan dengan baik antara kita untuk membangun kekuatan demi menghadapi segala rintangan untuk pengembangan lembaga dan membawa IAIN lebih maju,” pungkasnya. (Agus)