Karnaval Burok Meriah, Warga Kudukeras Padati Jalan
KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan warga Desa Kudukeras, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, tumpah ruah menyaksikan karnaval seni tradisional burok dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8).
Karnaval yang digelar Pemerintah Desa Kudukeras bersama masyarakat tersebut berlangsung semarak. Warga dari berbagai wilayah memadati sepanjang jalur yang dilintasi rombongan untuk menyaksikan atraksi kesenian khas Cirebon.
Selain menjadi hiburan rakyat, karnaval burok juga menjadi ruang untuk melestarikan kesenian tradisional yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat.
Salah seorang warga Kudukeras, Asep, mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
“Karnaval ini menjadi hiburan rakyat sekaligus wujud kecintaan masyarakat terhadap budaya dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti karnaval tidak sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kebersamaan yang tercipta juga menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan gotong royong warga.
“Selain meriah, kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin kompak dan menjadi momentum mempererat persatuan,” katanya.
Kuwu Kudukeras, Suratno atau akrab disapa Ratno, mengatakan keberhasilan rangkaian peringatan HUT RI tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan berbagai unsur terkait.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga kegiatan tetap berjalan aman, tertib dan lancar.
“Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait, berbagai kegiatan akan lebih mudah dilaksanakan, termasuk pembangunan desa dan kegiatan seperti karnaval ini,” ujarnya.
Ratno mengatakan pemerintah desa merupakan ujung tombak dalam menjalankan berbagai program pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Karena itu, dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait tetap dibutuhkan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Desa merupakan garda terdepan dalam menjalankan program pemerintah. Karena itu, perlu perhatian serius dari dinas terkait agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa juga menghadapi tantangan berupa pengurangan Dana Desa (DD). Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan maupun semangat pembangunan.
“Meski Dana Desa berkurang, kami tetap berupaya agar kinerja pemerintah desa maksimal. Alhamdulillah, peringatan HUT ke-81 RI tahun ini tetap dapat berlangsung meriah,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi masyarakat, Forkopimcam Babakan dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Desa Kudukeras.
Menurut Ratno, semangat gotong royong yang terlihat dalam perayaan HUT RI harus terus dipertahankan dan diterapkan dalam berbagai program pembangunan desa.
Ia berharap momentum kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat perjuangan para pahlawan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kegiatan positif untuk kemajuan masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum HUT RI ini sebagai semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, serta bersama-sama menjadikan Desa Kudukeras lebih baik dari yang sudah baik,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan