Karang Taruna Masa Kini
Oleh: Endang Kurnia
Direktur Madani Private Learning Indramayu
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak dibidang sosial. Kelahiran organisasi ini merupakan pewujudan semangat kepedulian generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulangi masalah kesejahteraan sosial masyarakat, terutama yang dihadapi oleh generasi muda di lingkungannya. Seperti putus sekolah, kemiskinan, kenakalan remaja, dan masalah sosial pemuda lainnya.
Karang Taruna adalah organisasi besar yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia dari tingkat pusat sampai tingkat kelurahan atau desa bahkan memiliki anggota sampai tingkat RT ( Rukun Tetangga), maka tidak heran banyak partai politik yang melirik dan mendekati saat pemilu datang. Menginjak usianya yang ke 60 (enam puluh ) tahun Karang Taruna telah banyak mengalami dinamika organisasi, pasang dan surut organisasi serta terus melakukan pengabdian bagi negeri ini dalam pengentasan masalah kesejahteraan sosial dan saat ini Karang Taruna di seluruh tanah air terus bergerak membantu pemerintah menghadapi pandemi covid-19 seperti melakukan edukasi kepada masyarakat, pembagian masker dan hand sanitizer, pembagian sembako, penyemprotan desinfektan dan melakukan pemakaman jenazah yang teridentifikasi covid-19.
Data dari satgas covid-19 menyatakan bahwa semakin hari semakin bertambah jumlah kasus yang dinyatakan positif., pandemic tidak hanya menimbulkan korban atau warga meninggal tetapi juga akan mengakibatkan masalah sosial baru dinegeri ini. Oleh karena itu pendemi covid-19 ini harus diselesaikan secara gotong royong dari segenap komponen bangsa dan salah satunya adalah Karang Taruna. Karang Taruna hingga kini berkembang terus menjadi organisasi sosial yang besar. Karang Taruna terus berbenah agar mampu menghadapi tantangan saat ini yang tentu saja jauh lebih berat dan kompleks dibandingkan pada awal terbentuknya.
Tugas Karang Taruna tidak hanya menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran, tanggungjawab sosial setiap generasi muda dalam mencegah dan menangkal permasalahan sosial khususnya dikalangan generasi muda, tetapi juga membentuk jiwa dan semangat kejuangan generasi muda yang dengan pengetahuan dan kepribadiannya yang berkarakter selalu terampil, cerdas, inovatif, dan berkarya, menumbuhkan jiwa dan semangat kewirausahaan, dan mendidik generasi muda agar mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Karang Taruna saat ini telah melakukan transformasi besar organisasi yang dahulu selalu diidentikkan dengan ”organisasi laden”, organisasi yang selalu eksis saat saat kegiatan desa seperti pernikahan ,khitanan,dan kegiatan-kegiatan kepala desa berubah menjadi organisasi yang berfungsi sebagai laboratorium pencetak generasi muda menjadi pemimpin di masa depan tentu saja dengan diberikan pelatihan dan pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan.
Secara umum kegiatan-kegiatan Karang Taruna diarahkan dan diorientasikan untuk peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat khususnya kalangan generasi muda,dengan 4 (empat) program pokok,meliputi : program pelayanan kesejahteraan sosial, program pencegahan permasalahan sosial melalui kegiatan pokok rekreasi, olahraga dan kesenian, program usaha ekonomi produktif, dan program pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan Karang Taruna. Selain itu Karang Taruna selalu menjadi garda terdepan dalam mengsosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat dan menjadi mitra kerja Lembaga-lembaga masyarakat yang ada.
Dengan berkembangnya teknologi yang begitu pesat saat ini menjadi Tantangan tersendiri bagi Karang Taruna, kemajuan teknologi bisa bermanfaat positif untuk ilmu pengetahuan dan bisa memberikan pengaruh negatif yang luar biasa bagi generasi muda ,dan faktanya dilapangan bahwa generasi muda kita atau milenial saat ini kecanduan terhadap kemajuan teknologi salah satunya adalah penggunaan android atau internet. Diketahui bahwa generasi millenial sangat dekat dengan teknologi. Kehidupan generasi ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internet, berbeda dengan generasi X di mana pengaruh dari teknologi belum terlalu menonjol seperti saat ini.
Generasi millennial lahir ketika handphone dan media sosial mulai muncul di Indonesia, sehingga wajar apabila generasi ini lebih melek teknologi dibanding generasi-generasi sebelumnya. Ada pula perbedaan lain yang muncul antara generasi millennial dengan generasi-generasi sebelumnya, yaitu terkait dengan masalah budaya/ gaya hidup sehari-hari.
Ada kecenderungan bahwa generasi millennial lebih suka mendengarkan musik dan nongkrong bersama teman-temannya. Maka tak mengherankan bila banyak kafe atau tempat nongkrong lainnya yang ramai dikunjungi anak muda zaman now, karena itulah kehidupan sosial mereka.
Dari fenomena tersebut di atas, Generasi milenial kita sungguh sangat berbeda baik kebiasaan maupun karakternya. Hal ini menyebabkan Sebagian Generasi milenial apatis terhadap organisasi bahkan tidak peduli dengan lingkungannya. Mereka lebih sibuk dengan androidnya atau handphonenya, karena dengan alat tersebut mereka bisa mencari apa saja dan bisa bersosialisasi secara virtual. Dengan alasan itu mereka menganggap organisasi dan kegiatan sosial tidaklah penting. Seorang filsuf pernah berkata bahwa “jika engkau ingin melihat bangsamu dimasa depan maka lihatlah generasi mudanya saat ini”.
Dari pernyataan tersebut jelas bahwa generasi muda adalah faktor paling penting dari sebuah bangsa Mampukah Organisasi Karang Taruna merangkul mereka? Jawabnya adalah bisa, Karang Taruna harus memiliki strategi agar mampu merangkul dan menyadarkan generasi milenial yang keblinger. Karang Taruna harus mampu memfasilitasi generasi muda saat ini dengan kegiatan-kegiatan yang menarik atau kekinian, yang bisa menjadi magnet bagi generasi milenial. Ketika generasi milenial ini sudah mulai tertarik dengan Karang Taruna, maka ajarkan mereka melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat dan kegiatan yang menumbuhkan rasa kebangsaan dan patriotisme.








Tinggalkan Balasan