MAJALENGKA, (FC).- Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi memimpin langsung pembagian paket sembako terhadap 200 warga Blok Citayeum, Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Senin (20/9).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66, sekaligus momen Operasi Patuh Lodaya 2021.

Namun, ada cerita tersendiri di balik kegiatan yang dicanangkan oleh Satlantas Polres Majalengka itu.

Kapolres yang baru satu setengah bulan lalu memimpin Polres Majalengka tersebut dibuat takjub oleh akses menuju desa tersebut.

Diketahui, akses menuju desa tersebut harus melewati perbukitan dengan pemandangan eksotis khas pedesaan.

Terlebih, cuaca yang saat ini sedang kemarau, membuat pemandangan perbukitan berwarna kekuningan yang menambah indahnya panorama sepanjang mata memandang.

Saat dikonfirmasi, Edwin mengakui bahwa Kampung Citayeum memiliki pemandangan yang luar biasa.

Ia pun begitu terkesan akan keindahan alamnya.

“Kampung Citayeum memiliki pemandangan luar biasa,” ujar Edwin kepada media, Senin (20/9).

Edwin pun mendukung, Desa Cibodas menjadi desa wisata di masa yang akan datang.

Tentunya, harus diawali dengan pemberdayaan masyarakat untuk bersama-sama mendorong Desa Cibodas lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Sebenarnya ada potensi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah ini, apalagi yang pertama mungkin membesarkan wisata, view nya luar biasa,” ucapnya.

Disinggung terkait suasana Majalengka secara umum, Edwin pun mengaku sering menjelajahi daerah-daerah yang memiliki potensi alam yang indah.

Ia menyebut, Kabupaten Majalengka memiliki banyak lokasi spot wisata yang bisa dieksplorasi.

“Kesan mengunjungi Kampung Citayeum, Desa Cibodas ini merupakan pengalaman yang baru. Kabupaten Majalengka pada umumnya merupakan daerah yang indah, banyak lokasi spot-spot wisata yang bisa di eksplorasi. Satu setengah bulan saya di Majalengka, memimpin Polres Majalengka, saya sering berkeliling, karena keindahan Majalengka luar biasa,” jelas dia.

Sementara, disebutnya desa gersang yang menghinggap di Desa Cibodas diakui oleh Ketua RT Blok Citayeum, Adi.

Ia mengungkapkan, hampir setiap tahun wilayah Desa Cibodas selalu kekurangan air.

Hal itu sudah terjadi sejak 10 tahun lalu yang mana sejak bukit yang tadinya hutan dialihfungsikan menjadi kebun.

“Dulu mah banyak, sumber mata air menghasilkan air yang melimpah. Ini kayanya karena hutan sudah tidak ada. Sungai Cibodas juga saat ini sudah mengering,” kata Adi.

Tanda-tanda kekeringan, lanjut dia, sebenarnya sudah terlihat sejak ada sejumlah proyek infrastruktur dibangun.

Sehingga, suplai airnya menjadi berkurang dan hutan kini makin gundul.

“Di tambah daerah sini suhu udaranya panas, sehingga membuat air menguap lebih cepat. Semoga ada penanganan lah, reboisasi misalnya,” ujarnya.

Adi pun memprediksi, jika belum ada penanganan yang berarti oleh pihak yang berwenang, dirinya pastikan masyarakat yang menjadi dampaknya.

Terlebih, jika musim kemarau tiba seperti sekarang ini.

“Takutnya musim hujan saja susah air, kalau tidak ada penanganan. Semoga pemerintah dapat menemukan solusinya,” ucap dia.

Kendati demikian, Adi menyebut, untuk tahun ini kekeringan yang biasa dialami sejak beberapa tahun lalu itu tak begitu dirasakan.

Pasalnya, beberapa waktu terakhir hujan sudah melanda daerah yang berada di wilayah selatan Kecamatan Majalengka tersebut. (Munadi)