MAJALENGKA,(FC).- Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso melakukan peninjauan langsung penanganan penyebaran wabah virus corona ke pabrik sepatu milik PT Shoetown Ligung Indonesia (PT SLI) yang berlokasi di Desa Buntu Kecamatan Ligung, Rabu (15/4).

Peninjauan langsung Kapolres ini untuk memastikan apakah langkah penanganan penyebaran Covid 19 di pabrik yang mempekerjaan ribuan buruh ini sudah sesual protokol pencegahan atau tidak. Kapolres Majalengka tiba di pabrik Shoetown tepat pukul 7.00 WIB. Kedatangannya disambut langsung manajemen perusahaan beserta unsur Muspika Ligung. 

Tempat yang pertama dikunjungi Kapolres adalah gerbang masuk para buruh pabrik. Disana nampak semua buruh yang memasuki area kerja harus melewati penyemprotan disinfektan yang telah tersedia. Sehabis itu Kapolres meninjau klinik perusahaan, ruang isolasi, kantin, tempat ibadah dan gudang produksi. 

“Kami salut dan angkat jempol buat manajemen PT SLI yang telah melaksanakan protokol prosedur pencegahan penyebaran wabah virus corona. Di setiap sudut sudah disediakan fasilitas untuk mencuci tangan, pengecekan suhu badan, penyemprotan disinfektan sampai pengaturan jaga jarak atau physical distancing baik saat bekerja maupun pada saat jam istirahat atau makan siang,” ucap Kapolres Bismo kepada awak media.

Masih dikatakan Kapolres, diharapkan semua perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Majalengka diwajibkan mengedepankan keselamatan dan kesehatan pekerjanya, dengan cara menerapkan protap penanganan covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Penanganan covid 19 ini adalah tanggung jawab bersana, dari itu diminta masyarakat khususnya para buruh harus melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimanapun berada,” ucap Kapolres Bismo.

Sementara itu, Agus Rusyana selaku Senior Manager Industrial PT SLI kepada media mengatakan, selama ini manajemen perusahaan telah menerapkan prosedur penanganan covid-19, sesuai protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Perusahaan telah menyiapkan segalanya dari mulai pengecekan suhu tubuh kepada siapapun yang masuk area pabrik, penyemprotan disinfektan, menyediakan hand sanitazer, fasilitas klinik dan ruang isolasi, pengaturan jaga jarak antara pekerja dan pembagian masker secara gratis kepada semua pekerja.

Diakui Agus, bahwa di Shoetown ini juga mempekerjakan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA), namun TKA tersebut tidak pernah kembali ke negara asal selama wabah covid-19 merebak. Mereka tetap dan tinggal di wilayah Kabupaten Majalengka.

“Jadi Insya Allah semua pekerja TKA di Shoetown ini semua sehat dan terbebas dari cobid 19. Namun walaupun demikian, pihaknya menghimbau kepada semua pekerja tidak boleh lengah dan harus selalu melakukan pola hidup bersih,” kata Agus.

Namun saat disinggung terkait masih adanya buruh yang membandel yakni masih melakukan kerumunan di jam istirahat, pihaknya selalu melakukan tindakan yang preventif. Shoetown bekerjasama dengan Muspika Ligung selalu memberikan himbauan agar semua pekerja mematuhi anjuran pemerintah, yakni hindari kerumanan dan jaga jarak aman atau physical distancing. “Ya, kami akui masih ada saja buruh yang suka bergerombol saat jam istirahat siang. Namun kami tidak bosan-bosan bersama Muspika memberikan himbauan agar mereka tidak bergerombol disaat jam istirahat atau disaat pulang kerja,” pungkas Agus. (Munadi)