Kagama Berikan Pelatihan Smart Branding pada UMK Cirebon
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) mengelar pelatihan smart branding serta kegiatan sosial pembagian sembako kepada masyarakat sekitar, Sabtu (18/2) bertempat di salah satu hotel di wilayah Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Ketua Kagama Jawa Barat, Eko Purwanto mengatakan, Kagama Jabar bersama Kagama Cirebon bekerjasama mengelar kegiatan pelatihan smart branding dan bakti sosial kepada warga sekitar. Pelatihan tersebut sebagai rasa empati kepada para alumni Universitas Gajah Mada (UGM) untuk meningkatkan perekonomian melalui UMKM.
“Kami mengelar pelatihan smart branding bagi alumni UGM untuk meningkatkan penjualan melalui UMKM. Bagaimana, smart branding ini mampu memperkenalkan brandingnya di masyarakat,” ucapnya.
Eko menambahkan saat ini masyarakat mengenal ekonomi digital. Sehingga, diperlukan pelatihan smart branding untuk meningkatkan penjualan. Hal ini, untuk membantu perekonomian alumni UGM untuk mampu bertahan di era digitalisasi.
“Semangat kami mengajak alumni UGM untuk meningkatkan perekonomian di era ekonomi digital. Kami para alumni saling bahu membahu menjaga satu sama lainnya,” ungkapnya.
Sementara, ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia menambahkan, kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi, Kagama Jabar dan Kagama Cirebon mengelar kegiatan rutin, bagaimana selaku alumni terlibat langsung, menyentuh lapisan masyarakat yang saat ini, tertekan perekonomiannya.
“Pemberdayaan yang sifatnya internal alumni UGM dan eksternal UMKM yang ada di wilayah Cirebon, alhamdulillah berjala sukses, langkah berikutnya ke depan akan memediasi permasalahan yang dihadapi alumni UGM, sebagai alumni UGM kita juga merasakan kesulitan masyarakat,” tuturnya.
Menurut Heru, ini merupakan motivasi di wilayah Cirebon maupun Jabar untuk melakukan kegiatan yang menyentuh masyarakat. “Semangat kita berbagi dengan masyarakat, merasakan kondisi keadaan ekonomi tertekan saat ini untuk tetap berbagi, merasakan penderitaan di masyarakat. Dengan menyalurkan sembako. Walaupun nilainya tidak seberapa tapi kami yakin dapat sedikit membantu,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan