KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mengeluhkan kejadian kehilangan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah di bawah naungannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto menyebut meski kehilangan ompreng itu jumlahnya masih sedikit, namun kalau dibiarkan terus menerus pastinya akan memberatkan.

“Aturannya memang begitu di Badan Gizi Nasional (BGN), mungkin untuk menertibkan supaya tidak terjadi kehilangan di satuan pendidikan, makanya diberikan aturan seperti itu bahwa ketiak ompreng hilang menjadi tanggung jawab sekolah,” kata Ronianto, Selasa (2/12/2025).

Maka, pihaknya mewaspadai supaya bagaimana ompreng MBG itu tidak hilang. Seperti pihaknya menyarankan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengambil ompreng tepat waktu.

“Minta kerja samanya saja. SPPG ambil ompreng nya jangan telat. Untuk menghindari kehilangan itu,” tambahnya.

Pasalnya, lanjut Roni sapaan akrabnya, di dalam bantuan operasional sekolah (BOS) sendiri tidak ada aturan untuk mengganti ompreng.

“Tapi enggak tahu nih apakah di petunjuk BOS tahun 2026 akan ada atau tidak, makanya kami memberikan masukan supaya ketika ompreng hilang tidak menjadi tanggung jawabnya siapa,” katanya.

“Kalau misal jadi tanggung jawab sekolah anggarannya dari mana untuk membayar itu. Makanya kami usulkan itu supaya tidak menjadi beban,” imbuhnya.

Program pemerintah pusat ini, masih kata Roni belum semua berjalan 100 persen. Di Kabupaten Cirebon baru hanya 40 persen sekolah yang menerima manfaat MBG itu.

“Belum semua sekolah menerima program MBG tersebut. Kita baru 40 persenan,” lanjutnya.

Sedangkan, masih kata Roni, jumlah TK/KB di Kabupaten Cirebon yang negeri ada 20 sekolah, sedangkan swasta ada 811 sekolah. Kemudian tingkat SD yang negeri ada 745 dan swasta ada 84 sekolah. Kemudian, SMP negeri berjumlah 80 sedangkan swasta 129 sekolah.

“Dari keseluruhan tersebut, tingkat TK yang sudah mendapat program MBG berjumlah 326 TK dengan penerima manfaat sebanyak 9870 siswa. Sedangkan tingkat SD yang sudah mendapat program MBG berjumlah 401 SD dengan penerima manfaat sebanyak 99.568 siswa. Kemudian untuk tingkat SMPnya baru 111 sekolah dengan penerima manfaat sebanyak 52.283 siswa,” tandasnya. (Ghofar)