Kabupaten Cirebon Serentak Laksanakan PIN-Polio
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan vaksinasi polio untuk anak usia 0-59 bulan secara serentak mulai hari ini (Senin, 3 April 2023). Vaksinasi polio ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama mulai 3-15 April dan dilanjutkan tahap kedua pada 15-27 Mei.
Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih mengatakan, dalam Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN-Polio) yang merupakan program pemerintah pusat bekerjasama dengan WHO.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 95 persen sasaran anak usia 0-59 bulan di Kabupaten/Kota terimunisasi. Pihaknya mengharapkan semua anak-anak di daerahnya dapat terimunisasi polio.
“Dengan diadakannya PIN-Polio kita dapatkan sesaui yang kita targetkan, harapannya agar generasi penerus bangsa ini harus menjadi bangsa yang cerdas, kuat, handal dan mandiri,” kata Bunda Ayu di sela-sela peninjauan pelaksanaan PIN-Polio di Posyandu Flamboyan, Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Senin (3/4).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Sartono menambahkan, sasaran anak usia 0-59 bulan di Kabupaten Cirebon ada sebanyak 145.411. Pihaknya menargetkan 95 persen 145.411 anak itu terimunisasi.
“Pelaksanaannya minggu ini kita vaksin, minggu depan kita sweeping,” kata Sartono.Saat ditanya kasus, Sartono mengungkapkan, di Kabupaten Cirebon tidak ada kasus, mudah-mudahan tidak ada. Dan jangan sampai ada.
“Vaksinasi dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan Posyandu serta tempat lain yang ditunjuk antara lain sekolah taman kanak-kanak,” jelas Sartono.
Sartono menambahkan, vaksinasi polio berupa vaksin oral atau tetes sehingga tidak akan menimbulkan efek samping pada balita seperti badan menjadi panas atau demam.
Perlu diketahui bahwa virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan namun mudah dicegah yaitu dengan vaksin polio.
Polio ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan orang yang terinfeksi.
Banyak orang yang terinfeksi virus polio tidak menjadi sakit dan tidak memiliki gejalanya. Namun, orang yang sakit akibat virus polio berisiko mengalami kelumpuhan, yang terkadang berakibat fatal. Penanganan berupa beristirahat, pereda nyeri, dan ventilator portabel. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan