Kabupaten Cirebon Harusnya PPKM Level 2
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah kembali mengeluarkan Instruksi Mendagri (Imendagri) Nomor 63 Tahun 2021, tertanggal 29 November 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.
Kabupaten Cirebon masih bertengger di level 3 bersama Kabupaten Indramayu dan Kuningan sesuai dengan Imendagri Nomor 63 Tahun 2021. Akan tetapi, belakangan ini capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon menunjukan angka kenaikan signifikan. Bahkan, secara umum vaksinasi menembus angka 85 persen lebih.
Bupati Cirebon, H Imron menyebutkan, Kabupaten Cirebon hingga saat ini masih tertahan di level 3. Menurutnya, jika merujuk data harian update Kabupaten Cirebon seharusnya turun ke level 2, lantaran cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah di atas 50 persen. Salah satu syarat turun level yakni, cakupan berada di atas angka ketentuan pemerintah pusat. Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Cirebon hingga Rabu (1/12) sebanyak 53,37 persen atau 951.585 dari sasaran 1.782.964, kemudian capaian lansia sudah 46,31 persen atau 71.680 dari target sasaran 154.777.
“Pelaksanaan vaksinasi Kabupaten Cirebon setiap hari dilakukan, cakupannya juga sudah tinggi. Kemungkinan salah administasi,” kata Imron, Rabu (1/12).
Penurunan level ini sesuai yang disampaikan Dinas Kesehatan kepada dirinya disebabkan karena jumlah kasus yang menurun, jumlah pasien yang dirawat dan capaian vaksin bagi masyarakat. “Kita ketahui bersama kalau pasien Covid-19 di rumah sakit kan udah tidak ada, terus capaian vaksin berdasarkan NIK sudah mencapai 60 persen,” ujar Imron.
Imron mengatakan, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sangat tinggi. Makanya, seluruh pelaksanaan vaksinasi pun selalu ramai didatangi, bahkan beberapa diantaranya hingga rela mengantre. “Antusiasme tinggi masyarakat untuk mendapatkan vaksin jangan sampai hilang akibat keterlambatan atau kelangkaan pasokan. Kalau setiap faskes punya stok vaksin harus segera dihabiskan, jangan sampai ditunda,” kata Imron. Selain vaksinasi, kata Imron, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunda melakukan perjalanan pada libur natal dan tahun baru. Menurutnya libur tersebut kerap menimbulkan kasus terkonfirmasi Covid-19. Imron mengimbau, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan. Saat ini, masyarakat mulai terlihat mengabaikan pencegahan Covid-19. “Masyarakat jangan sampai lengah, ancaman pasti ada, diantaranya adalah acaman varian baru,” tutup Imron. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan