KAB.CIREBON, (FC).- Rehabilitasi saluran irigasi sekunder Manungteung di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, masih terus dikerjakan.

Namun, pelaksana menghadapi kendala di sejumlah titik akibat keberadaan bangunan dan jembatan akses rumah warga yang berdiri di atas saluran.

Kondisi tersebut membuat proses pengerjaan, khususnya pengerukan sedimentasi, tidak dapat dilakukan secara maksimal menggunakan alat berat.

Humas PT Waskita Jaya Purnama, Billy, mengatakan secara umum pekerjaan rehabilitasi berjalan lancar. Kendala hanya terjadi pada beberapa lokasi yang terdapat jembatan dan bangunan milik warga.

“Secara keseluruhan pekerjaan lancar, hanya ada kendala di beberapa titik karena banyak jembatan dan bangunan warga,” ujar Billy kepada FC, Kamis (8/10).

Menurutnya, kendala tersebut ditemukan di antaranya di wilayah Desa Tawangsari, Kalirahayu dan Ambulu, Kecamatan Losari.

Sebelumnya, pihak pelaksana telah berkomunikasi dan bernegosiasi dengan masyarakat agar sejumlah jembatan yang menghambat pekerjaan dapat dibongkar sementara selama proses rehabilitasi berlangsung.

Namun, sebagian warga keberatan karena jembatan tersebut menjadi akses utama menuju rumah mereka. Kondisi itu membuat pelaksana harus mengubah metode pengerjaan di beberapa titik.

“Karena jembatan tidak bisa dibongkar, pengerukan sedimentasi di bawahnya dilakukan secara manual,” jelasnya.

Pengerukan secara manual tersebut membuat pekerjaan menjadi lebih lambat. Sebab, alat berat tidak dapat menjangkau bagian saluran yang tertutup jembatan.

Meski demikian, pelaksana tetap berupaya melanjutkan pekerjaan sesuai tahapan yang telah direncanakan, dengan tetap memperhatikan akses dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Harapannya pekerjaan tetap berjalan lancar dan masyarakat juga merasa nyaman,” pungkas Billy. (Nawawi)