KAB.CIREBON, (FC).- Limbah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai kini dimanfaatkan menjadi gerakan sosial di SMP Negeri 1 Babakan, Kabupaten Cirebon.

Melalui program TERSENYUM (Terima Sedekah Minyak Jelantah), para siswa diajak mengumpulkan minyak jelantah dari rumah untuk disedekahkan dan dimanfaatkan bagi kegiatan sosial maupun keagamaan.

Program yang bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Cirebon tersebut rutin dilaksanakan setiap Kamis. Sebelum kegiatan belajar dimulai, para siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk menyerahkan minyak jelantah yang mereka bawa dari rumah.

Kepala SMP Negeri 1 Babakan, Subhan Leo, mengatakan program tersebut telah menjadi kebiasaan positif bagi para siswa. Selain menanamkan nilai kepedulian, kegiatan itu juga memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah rumah tangga.

“Setiap Kamis siswa membawa minyak jelantah dari rumah untuk dikumpulkan sebagai sedekah,” ujar Subhan.

Ia menjelaskan, jumlah minyak jelantah yang terkumpul setiap pekan berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan penggunaan minyak goreng masing-masing keluarga. Pada pekan pertama, sekolah berhasil mengumpulkan 10 dirigen minyak jelantah, kemudian enam dirigen pada pekan kedua, dan tiga dirigen pada Kamis (20/8).

“Jumlahnya berbeda setiap minggu karena kebutuhan minyak goreng tiap keluarga juga berbeda,” katanya.

Subhan mengungkapkan, ide program TERSENYUM berawal dari komunikasi sekolah dengan BAZNAS Kabupaten Cirebon terkait program beasiswa bagi siswa. Dari sinilah kemudian muncul gagasan untuk mengembangkan gerakan sedekah minyak jelantah.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai edukasi yang besar. Siswa tidak hanya diajarkan berbagi, tetapi juga memahami bahwa minyak jelantah yang sudah tidak digunakan masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik.

“Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga kesehatan juga bisa dimulai dari hal sederhana,” tuturnya.

Selain mengajarkan kepedulian sosial, program tersebut juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang bagi kesehatan.

Subhan menambahkan, sedekah tidak selalu harus berupa uang. Barang yang selama ini dianggap limbah pun dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan tepat.

“Sedekah tidak harus berupa uang. Minyak jelantah pun bisa menjadi bagian dari kepedulian, daripada dibuang atau tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

Hasil pengumpulan minyak jelantah selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekolah. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sekolah terus mengingatkan siswa agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan karena dapat mencemari lingkungan. Pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak menjadi salah satu kebiasaan yang ingin ditanamkan kepada peserta didik.

“Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan,” pungkas Subhan.

Melalui program TERSENYUM, SMPN 1 Babakan berharap kesadaran siswa terhadap kepedulian sosial dan lingkungan semakin meningkat. Kebiasaan mengumpulkan minyak jelantah diharapkan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan keluarga masing-masing. (Nawawi)