Jelang Hari Raya Kurban, DKP3 Majalengka Temukan Sejumlah Sapi Alami Sakit Ringan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka sudah memeriksa ratusan hewan kurban seminggu menjelang hari raya Idul Adha.
Dari pemeriksaan itu, ditemukan sejumlah hewan yang sakit.
Namun, penyakit yang dialami hewan kurban jenis sapi itu masih kategori penyakit umum atau tidak berbahaya.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Majalengka, drh Siti Norini Patimah mengatakan, pihaknya sejak kemarin mulai intens memeriksa ke sejumlah tempat penampungan hewan kurban. Di mana, pada hari kemarin sudah seratus hewan kurban jenis sapi di wilayah Sindangwangi yang diperiksa.
“Kita dari kemarin sudah memeriksa hewan kurban di Sindangwangi, hasilnya Alhamdulillah banyak yang sehat, tapi ditemukan 6 sapi yang sakit,” ujar Siti saat ditemui di kantornya, Kamis (22/6).
Diungkapkan dia, bahwa sapi yang ditemukan sakit itu hanya bergejala tidak mau makan. Bukan penyakit berbahaya yang saat ini dikhawatirkan oleh seluruh peternak menyerang hewannya.
“Tapi sakit pada umumnya ya, yaitu tidak mau makan. Kemarin kami sarankan sapi yang sakit untuk dipisahkan dari hewan lainnya yang kondisinya sehat, agar tidak tertular,” ucapnya.
Selama seminggu ke depan atau mendekati Idul Adha, pihaknya sudah membuat tim yang terdiri atas tiga petugas untuk disebar ke seluruh kecamatan memeriksa hewan kurban.
Selain itu, disiapkan juga petugas khusus untuk ditempatkan di pasar hewan, sebanyak satu orang.
“Di kita, pasar hewan itu tersebar di beberapa titik, seperti di Bojongcideres, Maja, Rajagaluh, Jatitujuh, Cikijing dan lain-lain. Alhamdulillah di 5 tahun ke belakang, kesalahan pedagang untuk menjual hewan kurban yang belum cukup umur terus berkurang, hal itu berkat kita yang terus gencar mensosialisasikannya,” jelas dia.
Terpisah seorang peternak sapi di Kecamatan Ligung, menyatakan tidak khawatir dengan adanya kabar kabar terkait hewan qurban jenis sapi banyak yang sakit. Karena di peternakannya sapi sapunya nampak sehat, hal ini berkat pemeliharaan yang bagus, baik kandangnya, makanannya maupun hewan sapinya itu sendiri.
“Di pertenakan saya ada sekitar 50 ekor sapi yang siap di jual ke pasaran untuk hewan qurban. Kesemuanya sehat dan gemuk gemuk, hal ini semua sapi terus diawasi dengan ketat baik rumput untuk makannya ataupun juga kandangnya. Jadi bagi calon pembeli jangan khawatir kalau membeli Qurban dari peternakan saya dijamin aman,” Pungkas Tasmin. (Munadi)








Tinggalkan Balasan