Untuk jangka pendek, Ia mengaku sebelumnya sudah banyak diskusi dengan rekan, untuk kemajuan internal persyarikatan organisasi atau inklusifnya di luar organisasi. Hingga kini takdir Allah SWT menentukan seperti ini.

“Jadi hasil diskusi, tinggal menyempurnakan. Diantaranya rencana percepatan penguatan internal. Yaitu menguatkan pimpinan cabang yang belum terbentuk dibentuk. Kita ingin setiap kecamatan ada pimpinan cabang,” kata Dadan.

Kemudian, masih Dadan, penguatan internal. Yang di depan mata, sedang proses ingin merger status STKIP Muhamadiyah menjadi universitas. PD Muhamadiyah tentu harus sukses mengawal. Penguatan internal lain, adalah pembinaan keagamaan keorganisasian, baik ditataran pimpinan dan seluruh warga Muhamadiyah Kuningan.

Untuk inklusifnya lanjut Dadan, Ia ingin membuat program untuk kolaborasi khusus masalah kebangsaan dengan ormas lain, atau elemen lain, termasuk pemerintah baik dari sisi keagamaan maupun nasionalisme atau lainnya.

Sebelumnya, Musda Muhammadiyah ke XIII dibuka oleh Bupati Kuningan, H. Acep purnama, hadir pula Wakil Bupati Kuningan, H. M. Ridho Suganda, kemudian pewakilan Kapolres Kuningan, yang mewakili Dandim 0615 Kuningan, Forum Kiyai dan Qori, Perwakilan beberapa Perguruan Tinggi dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Acep meyampaikan bahwa kita perlu jadikan musyawarah ini sebagai ajang bersilaturahmi satu sama lain, bertukar pikiran, bertukar pandangan, visi dan misi untuk membangun suatu bangsa, untuk membangun Kabupaten Kuningan melalui Muhammadiyah.