KAB. CIREBON, (FC).- Sejak Tahun 2010 Gedung British American Tobacco (BAT) pensiun sebagai pabrik rokok. Gedung dengan arsitektur bergaya kolonial Belanda di Jalan Pasuketan Kota Cirebon ini, kini direncanakan akan dikelola menjadi destinasi wisata.

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati mengatakan, Gedung BAT sedang dalam proses untuk pengelolaan investor. Salah satu investor yang menunjukkan minatnya adalah yang mengelola Jatim Park.

Pengelolaan Gedung BAT oleh Jatim Park merupakan kerja sama bisnis antara pemilik aset bangunan dengan calon investor.

“Kita informasikan, perkembangan terakhir pengeloaan BAT ini untuk dijadikan destinasi wisata, dari pihak Jatim Park masih melakukan kajian. Dikarenakan saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19,” jelas Eti kepada FC, Selasa (7/9).

Bila investor Jatim Park dan pemilik aset dari BAT ini terjalin kerjasama atau kesepakatan, Eti berharap, BAT akan hidup kembali.

Dalam artian buka menjadi parik rokok lagi. Tapi menjadi destinasi wisata sejarah, yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitarnya.

“BAT ini kan masuk dalam kawasan wisata heritage atau Kota Tua, yang di dalamnya ada Lapangan Kebumen dan Pelabuhan Cirebon yang saat ini direncanakan kita revitalisasi,” jelas Eti.

Untuk itu, Eti meminta dukungan semua pihak dari masyarakat, pemerintah provinsi maupun pusat.

Pasalnya, Kota Cirebon dengan wilayah yang hanya 37 km persegi tidak memiliki industri guna menopang pendapatan derahnya.

Maka, dari sektor jasa dan pariwisata ini yang akan digarapnya secara serius.

Eti juga berharap dukungan pemerintah provinsi, juga pusat. Sebab, aset ini sangat penting untuk Kota Cirebon karena tidak punya industri dan lainnya.

“Kita tidak banyak punya industri karena keterbatasan wilayah, maka andalan pendapatan salah satunya dari pariwisata. Kita berharap BAT ini bisa menjadi magnet baru pariwisata di Kota Cirebon,” tuturnya.

Pihaknya sempat mengunjungi BAT bersama Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Walaupun sudah lama tidak dipergunakan, namun pemilik masih merawatnya dengan menempatkan petugas kebersihan dan keamanan.

“Kami sempat naik ke lantai dua, kondisi gedung masih kokoh. Selain bisa sebagai objek swa foto, lantai dua juga bisa dijadikan kafe dan lainnya,” ungkapnya.

Dalam pengelolaannya nanti, dikerjasamakan antara pemilik dan pihak ketiga ini. Sedang Pemkot Cirebon tidak banyak terlibat.

Mengingat ini lebih kepada kerja sama bisnis to bisnis. Pemilik Gedung BAT, kata dia, saat ini tinggal di Jakarta.

Dan peminat juga di luar kota. Sehingga, terkait apa yang akan dikerjakan, nantinya masih akan dilihat lagi.

“Aset ini bukan punya pemerintah. Intinya pemerintah mendukung pemanfaatan aset tersebut. Penataannya sehamparan kota tua. Tetapi sepertinya yang akan dikerjakan BAT dulu,” ucapnya.

Kendati demikian, Eti memberi catatan agar pemanfaatan bangunan tersebut memperhatikan status cagar budaya. Hal itu pula yang menjadi perhatian dari Pemkot Cirebon.

“Kalau kita lihat kondisi eksistingnya didalam itu sudah semi modern, karena itu bekas kantor dan masih terawat dengan baik,” tuntasnya. (Agus)
.