KOTA CIREBON, (FC).- PT Jasa Raharja melakukan kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat pengguna jalan di jalur perlintasan langsung sebidang di Jalan Kartini Kota Cirebon, Selasa (12/10).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja dan berkolaborasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop III Cirebon, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Satlantas Polres Cirebon Kota, dan Komunitas Edan Sepur Indonesia. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat, Hendri Afrizal menyampaikan, kasus kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh tertabrak kereta api terjadi cukup banyak setiap tahunnya, baik kasus pejalan kaki yang tertabrak kereta api maupun pengendara kendaraan bermotor yang tertabrak saat melintasi Jalur Perlintasan Langsung Sebidang (JPS).

Hal itu diakibatkan beberapa faktor penyebabnya. Salahsatinya yaitu pengendara kendaraan masih melakukan prlanggaran.

Ketika palang perlintasan kereta api sudah tertutup, masih banyak pengendara yang nekat menerobos dan melawan arus, sehingga PT Jasa Raharja melaksanakan kegiatan sosialisasi ini.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, sehingga dapat mrnrkan angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh tertabrak kereta api,” kata Hendri

Selain itu, guna mendukung siksenya kegiatan ini, PT Jasa Raharja membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, hand sanitizer, sarung tangan dan juga Traffic Cone.

“PT Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara penyelenggara Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan senantiasa berperan aktif dalam kegiatan pencegahan kecelakaan lalu lintas,” tandas Hendri

Dengan upaya sosialisasi ini mudah-mudahan angka kecelakaan terutama di perlintasan sebidang yang dilalui oleh kereta api bisa berkurang, dan tentunya jumlah santunan yang disalurkan Jasa Raharja dengan upaya kegiatan ini bisa menurun.

“Sehingga dana-dana yang tidak kami salurkan itu bisa kita upayakan untuk pencegahan kecelakaan itu sendiri, karena pencegahan akan lebih penting daripada kita menyantuni korban kecelakaan,” ungkapnya.

Selama pandemi, tingkat mobilitas masyarakat dan kendaraan di jalan raya menurun. Sehingga angka korban kecelakaan khususnya di perlintasan sebidang juga mengalami penurunan.
“

Tetapi sekarang kan kita sedang menuju upaya pemulihan perekonomian. Mobilitas sudah mulai banyak lagi. Nah disana lah kita langsung melakukan kampanye untuk keselamatan, supaya angkanya tidak naik. Selama ini angkanya menurun karena memang mobilitas masyarakat juga berkurang,” tandas Hendri. (Andriyana)