“Ini sebagai wujud dukungan kepada mereka agar terus semangat berjuang dan bertahan dalam terjangan badai wabah ini. Tak lupa kami juga mengingatkan agar tetap berhati-hati dan mengikuti anjuran pemerintah,” ujar Amar.

Ekspresi gembira terpancar dari wajah para penerima bantuan. Dengan adanya bantuan nasi bungkus ini dapat menyisihkan uang sekitar Rp10 ribu sampai rP15 ribu untuk dibawa pulang ke rumah.

“Sejak adanya virus corona ini penumpang sangat jarang. Muatan benar-benar sepi. Adanya bantuan nasi bungkus ini sangat membantu sekali, saya bisa menyisihkan uang untuk ke rumah,” ungkap Suharja, pengemudi Ojek Pangkalan.

Hal Senada diungkapkan Odi, Pedagan Kaki Lima yang biasa berjualan di sekitar Pasar Ciawigebang. Ia juga merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan nasi bungkus tersebut.
“Ini sangat membantu. Penjualan merosot tajam, hampir 80 persen anjloknya, benar-benar sepi,” ungkap Odi, Pedagang makroni.

JPU tak hanya membagikan nasi bungkus, setelah sebelumnya membagikan sembako bersama komunitas lainnya yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Sosial Kuningan Lawan Corona bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, kedepan JPU akan terus berupaya membantu warga yang mengalami kesulitan.