KOTA CIREBON, (FC).- Jalur sepeda di Kota Cirebon banyak terhalang oleh kendaraan yang parkir di bahu jalan. Pemandangan ini terlihat di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (12/10).

Terkait hal ini, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon akan melakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami akan lakukan koordinasi dengan UPT Parkir. Bila perlu titik-titik kerawanan kerumunan parkir-parkir yang berjubel disitu kita akan pasang water barrier,” kata Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan kepada awak media

Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat dari ketidaktaatan, ketidakpatuhan, ketidakpahaman masyarakat tentang jalur sepeda.

“Kami membuatkan jalur sepeda sebetulnya untuk memberikan keselamatan bagi pengemudi sepeda. Terlepas jalan itu sempit, atau jalan itu luas, dalam sebuah kota kalau sudah menjadi kota smart, otomatis fasilitas itu kita fasilitasi,” tandasnya.

Saat ini, dari rencana 4 jalur sepeda di Kota Cirebon baru terwujud satu jalur yaitu di Jalan Siliwangi. Pihak Dishub terkendala anggaran yang terkena refocusing untuk mewujudkan rencana 4 jalur sepeda tersebut.

Keempat Jalur Sepeda yang direncanakan itu yakni Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, Jalan Wahidin, dan Jalan Slamet Riyadi.

“Jadi koridornya berputar. Awalnya seperti itu, karena melihat situasional pandemi, kemudian juga anggaran-anggaran juga fokus pada pandemi, akhirnya hanya satu jalur saja yang kita bisa terapkan,” tandasnya.

Pihaknya menyadari di Jalan Siliwangi belum ada kantong-kantong parkir. Di depan Alun-alun Kejaksan misalnya, pantauan FC terlihat parkir kendaraan berada agak ke tengah jalan.

“Kami lebih fokus bagaimana penyelematan untuk kendaraan bersepeda. Karena saya pikir satu jalur saja sudah ramainya seperti ini. Nah gimana untuk jalur yang lainnya,” jawab Andi.

Pihaknya akan terus melakukan penataan dan koordinasi sebagai konekuensi Dishub sebagai garda terdepan dalam keselamatan berlalu lintas.

“Jadi mohon maaf kalau terlihat parkir itu agak ke tengah. Ini kan situasional, tidak mesti parkir itu selamanya disitu. Bisa saja pada jam-jam tertentu sibuknya,” tukasnya.

Andi mencontohkan, di Pasar Kramat, setelah diamati sibuknya antara jam 4 pagi sampai jam 8. Sehingga diantara waktu itu, kendaraan parjkir bisa digeser masuk ke area samping BJB yang ada di depan Pasar Kramat, Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

“Kemudian di depan ALun-alun Siliwangi, sebelum kita bikin jalur sepedanya, bagaimana marak pengendara motor tidak mau masuk ke parkir ground di bawah. Nah kita akan paksakan untuk bisa masuk,” tukasnya. (Andriyana)