KAB. CIREBON, (FC).- Desain pelebaran Jalan Sultan Ageng Setrayasa atau jalan Warung Asem – Kedawung sudah ada sejak tahun 2015 silam.
Namun, pelebaran jalan belum dapat direalisasikan sampai saat ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Iwan Rizki membenarkan bahwa pelebaran jalan penghubung antar dua kecamatan (Talun dan Kedawung) tersebut sudah direncanakan beberapa tahun lalu.

Namun, karena keterbatasan anggaran sehingga perencanaan pelebaran jalan penghubung tersebut tidak bisa terealisasikan.

“Tapi, di tahun ini di ruas jalan Warung Asem – Kedawung ini sudah ada kegiatan sepanjang 1,7 KM, yaitu ada kegiatan pelebaran jalan selebar 1 meter, setengah meter sisi kanan dan setemgah meter sisi kirinya. Ini juga kita berharap ke depan, karena melihat kondisinya, jadi ya sudah kita maksimalkan saja badan jalan yang ada kita lebarkan,” ungkap Iwan Rizki, Senin (6/12).

Diakui Iwan, dengan adanya pelebaran bahu kiri selebar 50 centimeter dan kanan juga sama, hal ini tentu sangat dirasakan kenyamanannya oleh para pengguna jalan.

“Masyarakat sudah merasakan. Nah itulah yang kita lakukan, kita tidak muluk-muluk. Karena terasa sekali dengan kegiatan dianggaran murni yang 1,7 KM itu jalan jalan Warung Asem – Kedawung sudah sangat luas. Insya Allah kegiatan serupa akan menyambung sampai ke ujung (Warung Asem,-red),” tandasnya.

Perlu diketahui, lebar Jalan Sultan Ageng Setrayasa atau jalan Warung Asem – Kedawung saat ini hanya 7 meter.

Lebar jalan tersebut dianggap sudah tidak ideal jika melihat kondisi saat ini. Sementara panjang jalan dari ujung ke ujung 5,51 kilometer.

Wacana sebelumnya, jalur alternatif itu (jalan Warung Asem – Kedawung) nanti akan dilebarkan menjadi 11 meter.

Artinya, akan ada tambahan lebar jalan dua meter dari sisi kanan dan dua meter dari sisi kiri. (Ghofar)