Jalan Penghubung Antar Kabupaten Amblas Tergerus Aliran Sungai
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Jalan yang berada tepat di jembatan penghubung antara Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan, tepatnya di Desa Karangwuni Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon amblas akibat gerusan air sungai Siraju.
Informasi yang berhasil dihimpun, amblasnya jalan yang masuk di Blok Lojikaum, RT 01 RW 06 Dusun 3 Desa Karangwuni itu terjadi pada Selasa malam (12/1) sekira pukul 19.00 WIB.
Derasnya aliran air sungai itu diduga menjadi penyebab utama amblasnya jalan tersebut.
Kasie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Juwanda membenarkan kejadian tersebut.
Saat ini, anggota BPBD Kabupaten Cirebon sudah ditugaskan untuk melihat langsung lokasi kejadian.
“Benar, itu karena aliran sungai Sijurai yang deras menggerus tanahnya. Saat ini sedang ditangani,” kata Juwanda, Rabu (13/1).
Menurut Juwanda, untuk perbaikan jalan tersebut akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon.
Karena, tanah yang longsor tersebut berupa jalan, sehingga penanganannya dilakukan oleh DPUPR. Meskipun amblas, aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan kecil masih diperbolehkan melintas.
Sedangkan untuk kendaraan berat, harus menggunakan jalan alternatif atau jalur lalu lintas yang sudah direkayasa oleh masyarakat setempat.
“Kendaraan seperti sepeda motor dan sepeda atau kendaraan dengan tonase rendah masih bisa lewat. Tapi kalau kendaraan dengan tonase berat dialihkan oleh warga ke jalur lain,” ungkapnya.
Karena itu, Juwanda meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. Jangan memaksa melintasi jalan tersebut jika mengendarai kendaraan dengan tonase berat.
Di hari yang sama, peristiwa serupa juga terjadi di desa Susukan Agung, Kecamatan Susukan Lebak, tepatnya di Dusun 2 RT 17 RW 006 pada Selasa malam sekira pukul 22.00 WIB.
Akibat hujan deras, tanah di sekitar jembatan Sungai Cimanis yang menghubungkan Desa Karangmangu, Desa Kaligawe dan Desa Kaligawe Wetan.
“Terjadi longsoran tanah di bibir Sungai Cimanis bagian pondasi sebelah barat,” ucap Juwanda.
Ia menambahkan, upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Cirebon berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan setempat serta melakukan assesment.
Saat ini, kebutuhan mendesak yang harus segera disiapkan adalah bronjong untuk menahan Tembok Penahan Tanah (TPT) jembatan yang terkikis aliran Sungai Cimanis. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan