Jalan Berbatu di Jatitujuh Picu Kecelakaan, Warga Minta Hotmix Dipercepat
MAJALENGKA, (FC).– Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, tepatnya di Blok Bagus Rangin, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, dikeluhkan warga karena kondisinya membahayakan pengguna jalan.
Proyek yang belum rampung menyisakan sekitar 150 meter jalan yang masih dilapisi batu koral sehingga memicu kecelakaan lalu lintas hampir setiap hari. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh debu tebal yang beterbangan saat kendaraan besar melintas.
Jarak pandang pengendara menjadi terbatas, sementara arus lalu lintas yang padat membuat pengendara harus saling berebut jalur untuk menghindari bebatuan yang berserakan di badan jalan.
Dery, warga yang rumahnya berada tepat di tepi jalan tersebut, mengaku hampir setiap hari menyaksikan kecelakaan terjadi di lokasi proyek.
“Setiap hari hampir selalu ada yang jatuh. Kadang motor terperosok ke batu, ada juga yang bertabrakan karena berebut jalan. Dalam sehari bisa tiga sampai empat kali kecelakaan,” ujar Deri, kepada wartawan Sabtu (11/7).
Menurut Dery, selain membahayakan pengguna jalan, debu dari proyek juga mengganggu aktivitas warga. Debu yang beterbangan menempel di lantai, dinding, hingga perabot rumah sehingga lingkungan menjadi kotor.
Ia mengatakan beberapa pengendara bahkan mengalami luka-luka dan kerusakan kendaraan akibat terjatuh di ruas jalan tersebut.
Pengalaman serupa dialami Nova, seorang pekerja yang setiap hari melintasi jalur itu saat pulang dari kawasan industri Kertajati. Ia mengaku pernah terjatuh karena ban sepeda motornya tergelincir di atas batu koral ketika kondisi lalu lintas sedang padat.
“Saat pulang kerja jalan sedang macet karena kendaraan bergantian lewat. Saya berusaha menghindari tabrakan, tetapi malah terperosok ke batu dan jatuh. Motor saya lecet cukup parah,” katanya.
Kemacetan panjang disebut menjadi pemandangan rutin, terutama pada pagi dan sore hari ketika ribuan pekerja berangkat maupun pulang kerja. Penyempitan jalur akibat proyek membuat kendaraan harus bergantian melintas sehingga antrean mengular. Situasi tersebut mendorong sebagian pengendara terburu-buru untuk mencari celah melintas.
Kondisi itu dinilai semakin meningkatkan risiko kecelakaan di lokasi proyek.
Warga berharap kontraktor pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan dan mempercepat pelapisan jalan menggunakan aspal hotmix agar arus lalu lintas kembali normal.
Selain mempercepat penyelesaian proyek, warga juga meminta adanya pengamanan lalu lintas yang lebih optimal, seperti pemasangan rambu peringatan, penyiraman jalan untuk mengurangi debu, serta pengaturan arus kendaraan selama proses pekerjaan berlangsung.
Masyarakat menilai langkah tersebut penting dilakukan agar tidak semakin banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan di ruas jalan provinsi penghubung Majalengka-Indramayu tersebut. (Munadi)








Tinggalkan Balasan