Jaga Kondusifitas, Unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon Gelar Doa Bersama
KAB.CIREBON, (FC).- Unsur Forkopimda Kabupten Cirebon menggelar silaturahmi dan doa bersama sekaligus deklarasi damai yang menghadirkan para ulama, pengasuh pondok pesantren, tokoh pemuda, perwakilan rekan ojek online dan mahasiswa, yang berlangsung di Mapolresta Cirebon, Selasa (2/9) malam.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni mengatakan, kegiatan itu menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Cirebon pascademo.
“Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi ulama dan Forkopimda Kabupaten Cirebon dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkokoh persatuan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan terimakasih para alim ulama telah mendoakan aparat keamanan baik dari Polresta Cirebon, TNI, Pemerintah daerah, Satpol PP, Dishub dan elemen lainnya untuk melakukan pengamanan situasi Kabupaten Cirebon yang aman dan kondusif.
Pihaknya pun meminta maaf apabila kejadian kemarin ada aksi anarkisme dan mengakibatkan beberapa tempat mengalami kerusakan yang dilakukan pendemo.
Bahkan, jajaran Polresta Cirebon pada dasarnya dipastikan mengawal dan mengamankan semua kelompok yang mengajukan aspirasi, agar jangan sampai proses penyampaian aspirasi tersebut berjalan dengan tidak baik atau disusupi oknum yang tidak tanggung jawab.
“Polisi juga sudah memiliki SOP yang mengatur tahapan yang dilakukan kepada pengunjuk rasa dan melakukan humanis dan tidak akan melukai masyarakat. Namun beberapa penyusup dalam aksi demo kemarin melakukan anarkisme, pengerusakan dan penjarahan. Atas aksi anarkis kemarin, sudah ditangkap beberapa pelaku dan kami akan sampaikan ke publik,” ujarnya.
Disisi lain, pengasuh Ponpes Khas Kempek Cirebon, KH Mustofa Aqiel Siroj mengatakan, para ulama selalu mendoakan agar situasi Kabupaten Cirebon tetap aman dan kondusif karena dikenal luas sebagai daerah yang agamis dan beradab.
“Oleh karena itu, kami juga meminta tolong kepada para kiai dan tokoh agama untuk ikut berpartisipasi meredakan situasi di Kabupaten Cirebon. Kami juga berharap dengan situasi sekarang ini semoga ada jalan yang terbaik untuk Kabupaten Cirebon agar cepat berbenah dimulai dari daerah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan doa bersama dan deklarasi damai demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Cirebon yang diikuti Forkopimda, para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, KNPI, banser, perwakilan ojol, perwakilan mahasiswa, serta lainnya.
Adapun poin-poin deklarasi damai tersebut di antaranya menolak keras segala bentuk tindak anarkisme, dan pelanggaran hukum dalam penyampaian aksi unras dan aksi lainnya, hingga meminta semua pihak, menahan diri, menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Cirebon dan wilayah lainnya.
Selain itu, mendukung seluruh pelaku tindak pidana/kejahatan dalam pelaksanaan aksi demonstrasi dan aksi lainnya di tindak sesuai dengan hukum yang berlaku, serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya masing-masing dengan mengaktifkan sat kamling.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, Bupati Cirebon, H Imron, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Muhammad Yusron, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Cirebon Sophi Zulfia, Kajari Kabupaten Cirebon Yudhi Kurniawan, Ketua Pengadilan Negeri Sumber, Iko Sujatdmiko Ketua Pengadilan Agama Sumber, Firdaus. (Johan)








Tinggalkan Balasan