IPEBA Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat di Klangenan
KAB. CIREBON, (FC).- Institut Pesantren Babakan Cirebon (IPEBA) kembali meneguhkan komitmennya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Mengusung tema “Mengabdi, Berkarya, Berdampak”, kegiatan PkM tersebut dilaksanakan di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, sebagai wujud kepedulian dan kontribusi sivitas akademika IPEBA dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi sivitas akademika IPEBA untuk hadir bersama masyarakat, memahami berbagai persoalan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang relevan, aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, IPEBA berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
Tema “Mengabdi, Berkarya, Berdampak” merefleksikan tiga semangat utama yang menjadi landasan pelaksanaan PkM IPEBA. Mengabdi berarti menghadirkan kepedulian dan ketulusan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara berkarya berarti mengubah ilmu, gagasan dan kreativitas akademik menjadi program nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Adapun berdampak berarti memastikan setiap kegiatan mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi maupun pemberdayaan masyarakat.
Camat Klangenan Yono Purnomo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PkM IPEBA di wilayah Kecamatan Klangenan. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bentuk kolaborasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap kegiatan PkM tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, tetapi dapat menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara IPEBA dengan Pemerintah Kecamatan Klangenan.
“Kami menyambut baik kehadiran IPEBA di Kecamatan Klangenan. Semoga kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menambah wawasan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta melahirkan kerja sama yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Kegiatan PkM tersebut juga menjadi momentum bagi dosen dan mahasiswa IPEBA untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik ke dalam kehidupan masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian di Klangenan, dosen dan mahasiswa IPEBA diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, menggali potensi lokal, mengidentifikasi berbagai kebutuhan serta mengembangkan program yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam proses pengabdian.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara IPEBA dengan Pemerintah Kecamatan Klangenan dan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan berbagai inovasi pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung sekaligus mendukung agenda pembangunan masyarakat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPEBA terus mendorong agar kegiatan PkM memiliki kualitas yang semakin baik, berbasis kebutuhan masyarakat serta terintegrasi dengan hasil penelitian dan kompetensi keilmuan dosen.
Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui pengalaman terjun langsung ke masyarakat, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, pemecahan masalah dan penerapan ilmu pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
IPEBA memandang keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat dan menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.
Karena itu, evaluasi dan tindak lanjut menjadi bagian penting untuk memastikan program yang telah dilaksanakan dapat terus memberikan dampak.
Rektor IPEBA Mohammad Hisyam Yahya menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Karena itu, pengabdian harus diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat nyata dan mampu membangun kemandirian masyarakat.
“Pengabdian bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi tentang bagaimana kehadiran perguruan tinggi mampu memberikan solusi, menumbuhkan harapan, dan menciptakan perubahan yang dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya. (rls)








Tinggalkan Balasan