Ingin Menumpang Truk Tangki, Pejalan Kaki Tewas Terlindas
KAB. CIREBON,(FC).- Seorang pejalan kaki tewas ditabrak truk tangki di Jalan Pantura Otista, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini meninggal dunia di lokasi kejadian dan jasadnya dibawa ke kamar mayat RSD Gunung Jati.
Dari informasi yang dihimpun FC di lokasi kejadian, insiden kecelakaan lalu lintas ini terjadi tepat di depan Pasar Kue, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Senin (21/10) sekitar Pukul 19.00 WIB.
“Korban pejalan kaki atas nama Jefri Kurniawan (47) warga Cililitan Besar, Kelurahan Cililitan,Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur” kata Afif saksi mata di lokasi kejadian.
Dikatakan Afif, korban saat itu sedang berjalan kaki. Lemudian melintas truk tangki dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Tiba-tiba korban langsung mendekat kendaraan truk tangki berniat untuk menumpang.
Namun upaya korban untuk menaiki kendaraan gagal, sehingga menyebabkan korban terjatuh dan seketika terlindas roda depan bagian kiri.
“Saat itu korban hendak menyetop dan menumpang truk tangki yang melaju dari arah Jakarta ke Jawa Tengah saat ingin naik korban terpleset sehingga jatuh dan langsung terlindas”. kata Afif, Senin (21/10).
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno dalam laporan tertulisnya menyebutkan, truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan maut itu diketahui bernopol N 2981 UC dikemudikan oleh Muhyidin,warga Tuban, Jawa Timur.
“Akibat kejadian tersebut, korban langsung meninggal dunia dilokasi kejadian dan jasadnya dievakuasi ke RSD Gunung jati, Kota Cirebon,” kata Kasatlantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno.
Usai melakukan olah TKP, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit kendaraan truk tangki, 1 lembar STNK kendaraan dan 1 buah SIM BII umum atas nama Muhyidin.
“Semua barang bukti kita amankan, dan kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan,”.ujarnya
Akibat peristiwa tersebut, arus lalulintas sempat terjadi kemacetan dari arah kedua jalur karena banyaknya warga yang melihat.
Kemudian situasi arus lalulintas kembali normal setelah satu jam kemudian dan pengaturan lalulintas oleh kepolisian. (Johan/Job/FC)








Tinggalkan Balasan