Infrastruktur Jalan di Desa Perbatasan Minim Perhatian Pemerintah
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Masyarakat dan Pemerintah Desa Tanjunganom, Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon, mendesak dinas terkait segera memperbaiki Jalan Poros Kabupaten.
Menurut warga setempat, Kadiman, jalan yang baik tentunya dambaan masyarakat. Namun, kondisi berlubang dan berbatu mempersulit untuk aktifitas.
“Diharapkan ada perhatian serius dari pihak atau dinas terkait memperbaiki jalan di desa ini,” ujarnya, Rabu (15/7).
Warga lainnya, Ikin mengaku sangat kesulitan mengantarkan anaknya sekolah. “Memang, saat ini anak sekolah belum maksimal untuk berangkat. Akan tetapi, warga lain yang bekerja, maupun pulang dari sawah, belanja atau keluar desa banyak yang melintasi. Sehingga, perlu untuk segera di perbaiki,” ceritanya.
Sementara itu, Kuwu Tanjunganom, Dara Darmanto mengungkapkan, Jalan Poros Kabupaten yang rusak di desa ini menghubungkan ke Kabupaten Kuningan dan Brebes, juga menjadi alternatif masyarakat dan desa tetangga ke luar daerah.
“Sangat banyak manfaat jalan ini bagi masyarakat, maka perlu segera dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Kuwu dua periode ini menjelaskan, sebagai desa perbatasan, perlu perhatian serius dari dinas terkait. Salah satunya, jalan poros kabupaten yang memprihatinkan. Sehingga perlu untuk segera diperbaiki.
“Jalur alternatif tersebut merupakan akses bagi warga desa ini dan masyarakat lain untuk ke Kuningan dan Brebes. Jika jalan ini diaspal sekitar tiga kilometer, mempersingkat waktu tempuh. Daripada memutar ke Waled atau Losari dulu, untuk sampai ke Kuningan maupun ke Brebes,” jelasnya.
Masih dikatakan Dara, banjir yang terjadi sekitar awal tahun ini mengakibatkan jalanan rusak. Baik jalan poros desa maupun kabupaten.
“Pihak desa sudah mengajukan untuk perbaikan, akan tetapi belum realisasi. Meski Pemda saat ini sedang fokus penanganan Covid-19, namun penanganan pascabanjir perlu diperhatikan,” pungkas Dara. (Harun)








Tinggalkan Balasan