Imron: Terimakasih, Tanpa TPD Program Pemerintah Tak Akan Sampai
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi memberikan wejangan terhadap Tim Penggerak Desa (TPD) Kabupaten Cirebon yang merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (16/6).
Bupati Cirebon memberikan kepercayaan penuh kepada TPD sebagai ujung tombak pemerintah dalam menyampaikan program kepada masyarakat. Salah satu tugasnya adalah tak hanya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk dan menciptakan keluarga yang berkualitas.
Namun kini tim tersebut harus berperan serta dalam menekan angka stunting di Jawa Barat khususnya Kabupaten Cirebon, dan juga ikut memberdayakan ekonomi masyarakat desa serta dapat mengawal bantuan sosial (Bansos) yang saat ini sedang berlangsung.
“TPD bekerja dengan ikhlas menyampaikan harapan Pemkab Cirebon untuk masyarakat. Saya (Bupati,-red) yakin TPD dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab demi masyarakat Kabupaten Cirebon,” kata Imron Rosyadi.
Tanpa adanya TPD, aku Imron program pemerintah tidak akan sampai kepada masyarakat, terlebih saat ini masyarakat sangat membutuhkan informasi langsung mengenai berbagai hal salah satunya penyaluran Bansos.
“Harapan kami TPD bisa meredam gejolak di masyarakat mengenai Bansos. Bisa menjelaskan prosedur dan menerima masukan apapun dari masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Iyan Ediyana mengaku masih kekurangan petugas tim penggerak desa (TPD).
Wajar dengan 159 petugas TPD yang ada kini, akan tetapi harus mengawal sedikitnya 412 desa dan 12 kelurahan, secara otomatis satu orang mendapatkan tugas mengawasi satu sampai empat desa.
“Kita masih melibatkan TPD ini dalam berbagai kegiatan. Tetapi prioritas yang utama adalah mensosialisasikan program keluarga berencana, namun pada saat pademi Covid-19 ini dilibatkan untuk pembagian dan pengawasan bantuan sosial. (Gofar)








Tinggalkan Balasan