Ibu Rumah Tangga Desa Dayeuhwangi Sulap Bungkus Plastik Jadi Aneka Produk
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC) – Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak masyarakat khususnya di pedesaan yang terdampak. Dari mulai penghasilan sehari-harinya berkurang, bahkan kehilangan pekerjaan. Namun, kondisi seperti ini justru memicu timbulnya ide-ide kreatif agar kondisi dapur di rumah tetap ngebul.
Salah satunya, dilakukan oleh ibu-ibu di Desa Dayeuhwangi yang berada di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK atau Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Dayeuhwangi ini, membuat berbagai macam produk dari bungkus minuman sachet.
Tak hanya berbahan dari bungkus minuman, ibu-ibu PKK juga mengkreasikan menjadi sebuah tas berbagai ukuran dari benang dengan cara dirajut.
Ada 42 ibu-ibu yang dibagi menjadi beberapa kelompok yang mana masing-masing kelompok memiliki keahlian tersendiri dalam membuat aneka produk tersebut. Deperti membuat tas, dompet, masker, sepatu, vas bunga dan lain-lain.
Salah satu anggota UP2K PKK Desa Dayeuhwangi, Wida (48) mengatakan kegiatan mengolah bungkus minuman sachet menjadi berbagai macam aneka produk itu berawal dari ide salah satu anggota PKK. Yang mana, disebutkannya, penghasilan suaminya menurun drastis usai adanya wabah Covid-19 melanda di Indonesia.
“Pastinya kami ingin membantu suami kami masing-masing ya, karena kita ketahui wabah virus Corona membuat penghasilan kami berkurang. Lalu, kami belajar cara membuatnya dan akhirnya bisa menghasilkan berbagai macam aneka produk,” ujar Wida saat ditemui, Sabtu (12/9).
Selain itu, masih dijelaskan Wida, untuk mengisi kekosongan kegiatan selama di rumah menjadi alasan lain, pihaknya menghasilkan berbagai macam produk tersebut. Apalagi, berbagai kegiatan yang sudah disusun PKK desa tidak berjalan, seiring mengikut anjuran Pemerintah untuk tidak berkerumun.








Tinggalkan Balasan