KAB. CIREBON, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon melakukan monitoring ke titik-titik banjir pasca turun hujan dengan intensitas sedang deras, yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam sejak pukul 17.40 WIB, Rabu (21/10).

Kepala Markas PMI Kota Cirebon Tika menyampaikan, setiap kali hujan tiba dirinya segera menugaskan tim berikut personil menuju area yang rentan banjir untuk lakukan pemantauan dan lainnya.

“Tidak hanya melulu terkait dlin⁸darah, kita pun banyak tugas yang dilakukan. Salah satunya ya ini, ketika hujan deras tiba PMI segera turun dan memastikan kondisi wilayah yang memang rawan banjir,” ungkapnya pada FC.

Bada sholat Magrib dengan kondisi masih hujan deras, PMI terjunkan 1 tim beranggotakan 4 personil untuk lakukan monitoring menuju titik-titik rawan banjir.

Adapun beberapa area monitoring diantaranya adalah area rumah warga dekat aliran irigasi kawasan jalan kartini belakang grage mall, lalu jalan Ciptomangunkusumo dan Jalan Pemuda, tepatnya di seberang jalan kampus 3 Universitas Gunung Jati (UGJ).

Dalam pantauan dan penilaian tim yang terjun ke lapangan tidak ditemukan kondisi parah hingga banjir, hanya saja memang terdapat genangan-genangan air yang cukup dalam.

Di sepanjang jalan Ciptomangunkusumo tepatnya didepan cafe Moocow saja kurang lebih terdapat genangan air sedalam kurang lebih 15 cm.

Sedangkan di area seberang jalan kampus 3 UGJ sendiri juga tergenang air sedalam kurang lebih 10 cm.

Meski begitu, kedua area tersebut disebutkan oleh anggota Tenaga Suka Rela (TSR) Eko, jika aliran genangan air di kedua area tersebut hanya bersifat sementara. Namun, disisi lain ketika hujan yang benar-benar deras tiba akan mengakibatkan banjir dadakan terutama di seberang jalan kampus 3 UGJ tadi.

Sehingga, perlu dilakukan tindak lanjut baik perbaikan terhadap drainase dan pengelolaan terhadap sampah pula. “Sebenarnya di Cirebon banjir itu kebanyakan sifatnya hanya lewat saja. Artinya, tidak berlangsung lama,” ujar Eko.

Namun, hal ini tentunya menjadi perhatian khusus PMI. Terlebih, bila banjir tersebut berada di sekitaran pemukiman warga. Karena, bagi mereka tugas sebagai anggota TSR merupakan bagian dari tindak kebaikan dan kemanusiaan.

“Kita melakukan ini hanya semata-mata karena dari sisi kepedulian dan manusiawi saja. Masalah finansial saya sudah cukup ada dan mampu,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)