INDRAMAYU,(FC).- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Indramayu mendorong pemerintah daerah kabupaten Indramayu membuat Balai Benih. Kondisi ini dilakukan untuk kemandirian dan kesejahteraan petani di daerah

Perihal itu terungkap saat digelar Musyawarah Kabupaten HKTI Kabupaten Indramayu yang berlangsung di desa Jengkok Kecamatan Kertasmaya Kabupaten Indramayu, Rabu (4/3)

Ketua HKTI Indramayu, Purnomo mengatakan, Kabupaten Indramayu adalah miniatur dari pertanian di Indonesia dan salah satu lumbung padi di provinsi Jawa barat dengan Luas Lahan pertanian mencapai 114 ribu hektare.

Namun demikian, kata Purnomo, masih banyak berbagai persoalan yang belum dituntaskan, diantaranya mengenai irigasi dan pupuk serta harga jual padi di tingkat petani yang belum berpihak kepada para petani di daerah.

“Misalnya saja mengenai pupuk, para petani ini kurang merasakan manfaatnya,” ungkapnya

Pihaknya pun sangat menyenangkan dengan kondisi luas pertanian di Indramayu namun tidak ada Balai benih. Padahal banyak putra putri asal Indramayu yang berpotensi membuat varietas benih unggul.

” Di Indramayu ini ada benih padi bongong hasil persilangan padi kebo dan longong yang di muliakan oleh asli putra daerah Indramayu,” ungkapnya

Namun demikian hal ini tidak dimanfaatkan betul, kata Purnomo, padahal benih padi bongong ini secara kualitas produksi jauh lebih unggul dari bantuan benih pemerintah.
“Benih padi bongong ini bisa menhasilkan rata rata 9 sampai 10 ton padi perhektare, kondisi ini berbanding berbeda dengan benih subsidi pemerintah yang hanya menghasil kan 5 ton per hektare,” ungkapnya

Senada juga diungkapkan Sekertaris HTI, Joharipin mengatakan pihaknya tergerak melakukan pemuliaan benih Untuk menghapus ketergantungannya kepada benih perusahaan, hal ini pula yang mendorong ia belajar memuliakan benih pada 2004 silam.

“Jadi kita mencoba melakukan pemuliaan benih karena usaha pertanian 60 persen faktor utama keberhasilan adalah benih. Produktivitas tinggi dan kualitas bagus itu juga termasuk tergantung benihnya sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid mengatakan, pihaknya berharap kedepan organisasi sosial ini bisa bersinergi dengan pemerintah dan bisa menjadi partner dalam menciptakan petani yang unggul.

” Pada 2019 ada sebanyak 10 ribu lahan pertanian di kabupaten Indramayu yang gagal panen, mudah mudahan kedepan hal ini bisa diminimalisir,” pungkasnya.(Agus)