Meski belum keluar, pihaknya berharap agar hasil swab untuk kondektur bus tersebut hasilnya negatif, sama seperti istri dan anak pasien ketujuh Covid-19 Kabupaten Majalengka, sehingga Majalengka masih berstatus aman dari klaster lokal.

“Kita berharap hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan negatif,” imbuhnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Majalengka hari ini, ada penambahan Orang Tanpa Gejala (OTG) satu orang, hingga status OTG tersebut menjadi 40 orang.

Sementara, yang selesai pemantauan terdapat 71 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) angkanya masih sama, berjumlah 15 orang, dan 533 lainnya selesai pemantauan.

“Bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada kenaikan satu orang, dalam pengawasan menjadi enam orang. Selesai pengawasan 44 orang. Kalau PDP yang meninggal dunia masih tetap berjumlah 10 orang. Sementara, untuk kasus positif masih tetap tujuh orang, dengan meninggal 1 orang, sembuh 3 orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Majalengka melakukan pemeriksaan PCR, terhadap empat orang yang memiliki kontak erat dengan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemeriksaan sendiri berlangsung di Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, pada Selasa, 2 Mei 2020 lalu. (Ibnu)