KUNINGAN, (FC).- Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dipastikan positif covid -19. Hal itu menyusul hasil tes PCR atau Swab yang keluar hari ini dinyatakan positif Covid -19.

Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Hj. dr. Susi Lusiyanti menyebutkan, hasil Swab dari Sekda Kuningan sudah keluar hari ini, Rabu (18/11) dari Laboratorium RS Gunung Jati Cirebon hasilnya positif.

“Iya hasil Swabnya positif, baru keluar hari ini dari RS Gunung Jati. Untuk pejabat selevel Sekda kan tidak bisa sembarangan, maka hasilnya harus benar-benar dipastikan,” kata Susi.

Sementara itu, Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat dihubungi menyampaikan, membenarkan bahwa dia telah terpapar Covid -19.

“Saya sampaikan, Betul saya telah terpapar Covid-19. Kronologisnya hari Senin saya periksakan diri karena badan merasa tidak enak. Terus penciuman dan indera perasa terganggu. Senin siang saya Rapid Swab Antigen hasilnya Reaktif. Untuk memastikan saya lakukan tes kedua dengan Swab,” jelas Dian.

Dan hasilnya, lanjut Dian, dinyatakan positif Covid -19. Namun, terkait kondisi kesehatan secara umum, dia mengaku masih dalam keadaan baik-baik saja. Dian tetap menjalankan aktivitas kegiatan diklat Lemhanas secara daring sesuai jadual.

“Hanya untuk aktifitas kedinasan untuk sementara saya serahkan pada pimpinan mengingat saya tengah melaksanakan isolasi mandiri,” katanya.

Dian menyebutkan, hampir 8 bulan atau selama pandemi Covid-19 dia bekerja seperti biasa, serta berupaya maksimal untuk berhati-hati dan hidup sehat sesuai anjuran protokol kesehatan.

“Namun sekuat-kuatnya manusia berikhtiar, tuhan mempunyai kehendak lain. Insya Allah semua ada hikmahnya,” ujar Dian.

Untuk itu, Dian juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, meski kondisi sudah jenuh, tetap hati-hati dan waspada. Jangan menganggap remeh Covid-19 dan jangan lengah.

“Virus ada di sekeliling kita. Terapkan secara konsisten protokol kesehatan secara baik dan maksimal, kesehatan adalah utama dan tentu segalanya,” kata Dian.

Dian juga meminta doa dari semuanya agar dia cepat diberikan kesembuhan dan dapat segera beraktivitas kembali seperti sediakala. Dan semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan melindungi seluruh ummatnya.

Seperti diberitakan kemarin, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dikabarkan reaktif Covid-19 sepulang dari pembukaan MTQ Tingkat Nasional di Kota Padang, Sumatera Barat akhir pekan lalu.

Kabarnya, sebanyak 9 orang yang berangkat mulai dari Sekda Kuningan hingga tim dari Bagian Kesra Setda Kuningan sejak kemarin dan hari ini dilakukan pemeriksaan Rapid Swab Antigen di Labkesda Dinas Kesehatan Kuningan.

Dari 9 orang yang diperiksa, hanya 1 orang yang reaktif yaitu Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar.   

 “Infonya sih seperti itu, tapi belum cek kebenarannya,” Kata Jubir Crisis Center Covid -19, Agus Mauludin, Selasa (17/11).

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu juga membenarkan kabar itu. Dan dia menyebutkan saat ini sedang menunggu hasil swab yang kedua.

“Iya benar, kemarin pak Sekda sudah di cek, hasilnya reaktif, tapi hari ini Swab hasilnya belum keluar,” kata IB, panggilan akrab Indra Bayu.

IB menyebutkan yang lebih paham adalah Dinas Kesehatan, karena pihaknya hanya menghimpun data dari Dinas Kesehatan.

Ditanya koronlogis, IB menyebutkan bahwa sepulang dari Kota Padang, semua yang berangkat dilakukan pemeriksaan di Labkesda dan semua negatif, dan kebetulan hanya satu yang Reaktif.

Terpisah, Ajudan Sekda saat dihubungi tidak mengaku bahwa pimpinannya terkena Covid -19, namun dia menyebutkan saat ini sedang istirahat karena kelelahan sepulang dari Kota Padang pada minggu kemarin.

“Bapak lagi istirahat, tapi biasa ikut virtual Lemhanas, kalau sakit sih engga, cuma kecapean saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Hj. Susi Lusiyanti saat dihubungi membenarkan kabar tersebut. Diakuinya sebelumnya Sekda menghubunginya mengaku kondisi kurang sehat mengalami batuk pilek selama dua hari.

“Sepulang dari Padang, senin kemarin pak Sekda dilakukan Rapid Swab Antigen, dan hasilnya reaktif, dengan akurasi 80 persen,” ujar Susi.

Namun, lanjut Susi, karena masih ada jarak 20% lagi, maka hari ini dilakukan PCR atau Swab dan hasilnya belum keluar kemungkinan besok, karena dari Gunung Djatinya masih mengantri.

“Jika nanti masih positif maka harus isolasi minimal 5 hari, maksimal 7 hari lalu di Swab ulang sampai keluar hasilnya negative,” kata Susi. (Ali)